Hadapi KLB Difteri, Walikota Pasuruan Adakan Imunisasi 3 Tahap.

Hadapi KLB Difteri, Walikota Pasuruan Adakan Imunisasi 3 Tahap.

Laporan Iwan Dayat. 

Pasuruan suara publik. Imunisasi merupakan upaya pencegahan yang terbukti paling cost effectif terhadap penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3 I).

Sejak tahun 2017 telah terjadi peningkatan kasus penyakit Difteri secara signifikan, sehingga Kementerian Kesehatan menetapkan kejadian Difteri di 3 Provinsidi Indonesia sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dan harus melakukan ORI diantaranya di DKI, Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat. 

Namun dalam perkembangannya tren kenaikan kasus kejadian penyakit Difteri juga terjadi di Provinsi lain termasuk di Jawa Timur sehingga Gubernur Jawa Timur mengintruksikan kepada Bupati dan Walikota seluruh Jawa Timur untuk menetapkan status KLB Difteri di wilayahnya masing-masing. 

Situasi kejadian penyakit Difteri di Kota Pasuruan pada tahun 2017 telah menjangkiti pada 18 penderita dan 1 orang diantaranya meninggal dunia. Oleh karena itu pada tanggal 12 Januari 2018 Bapak Walikota Pasuruan telah menetapkan Kota Pasuruan dalam situasi KLB Difteri yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan kegiatan OUT BREAK RESPONE IMMUNIZATION (ORI) Difteri dengan tiga putaran yaitu pada bulan Februari, Juli dan Nopember 2018 dengan target minimal 95% sasaran terimunisasi per kali putaran. 

Menindaklanjuti hal tersebut agar pelaksanaan ORI Difteri ini tersosialisasi secara luas di masyarakat serta dapat berjalan sesuai harapan, maka saat ini Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Kesehatan Kota Pasuruan melaksanakan sosialisasi Out Break Respone Immunization (ORI) Tingkat Kota di Kota Pasuruan Tahun 2018 di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Pasuruan.

Sosialisasi ini secara resmi di buka oleh Walikota Pasuruan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Forkopimda Kota Pasuruan, Kepala OPD terkait, Camat/Lurah Se-Kota Pasuruan, Wakil Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Kepala Puskemas Se-Kota Pasuruan serta undangan lain. Laporan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Bapak Dr. Bambang Pramono, MM mengatakan maksud diselenggarakannya sosialisasi Ori Difteri adalah untuk menyebarkan informasi dan dukungan kegiatan Ori Difteri yang dilaksanakan secara serentak di beberapa Provinsi di Indonesia, termasuk diantaranya adalah Provinsi Jawa Timur khususnya Kota Pasuruan. 

Tujuan umum tersosialisasinya kegiatan Ori Difteri kepada jajaran aparatur Pemerintah Kota Pasuruan, sedangkan tujuan khusus yaitu memberikan informasi tentang pentingnya imunisasi bagi bayi dan balita kepada masyarakat sebagai tindak pencegahan terhadap PD3I khususnya penyakit Difteri serta memberikan informasi kepada segenap masyarakat, lintas program dan lintas sektor tentang adanya pelaksanaan Ori Difteri pada bulan Pebruari, Juli dan Nopember 2018. 

Adanya dukungan dari jajaran Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan imunisasi, utamanya pelaksanaan Ori Difteri. 

ORI Difteri dilaksanakan pada bulan Pebruari, Juli dan Nopember 2018 dengan sasaran semua anak usia 1 tahun sampai 19 tahun tanpa memandang status imunisasinya. Peserta kegiatan sosialisasi ORI Difteri tingkat Kota adalah Lintas Program Dinas Kesehatan terdiri dari Kabid 3 orang, Kasie 9 orang dan staf Dinas Kesehatan 10 orang. Lintas Sektor terdiri dari Kepala OPD 5 orang, Kabid/Kasie di OPD 6 orang, Forkopimda 5 orang, Komda KIPI 1 orang, Ketua TP PKK Kota 1 orang, Ketua TP PKK Kecamatan 4 orang, TP PKK Kelurahan 34 orang, camat 4 orang, lurah 34 orang serta Guru UKS SMP-SMA 67 orang. 

Jumlah keseluruhan 200 orang. Narasumber dari Dokter Spesialis Anak RSUD Kota Pasuruan dan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan. Sedangkan keluaran yang diharapkan adanya dukungan dari pejabat pemangku wilayah, tersosialisasinya kegiatan Ori Difteri di segala lapisan masyarakat serta cakupan imunisasi Ori Difteri di Kota Pasuruan mencapai minimal 95%.

Dalam kesempatan ini Walikota Pasuruan Bapak Drs. H. Setiyono, M.Si menghimbau kepada masyarakat untuk mengikuti program imunisasi sesuai jadwal secara lengkap supaya tidak terjadi lagi KLB Difteri seperti saat ini. Dan sebagai upaya antisipasi lonjakan dan penyebaran kasus Difteri agar tidak menjadi wabah di Kota Pasuruan diintruksikan untuk segera melakukan Out Break Respone Immunization (ORI) di seluruh wilayah Kota Pasuruan dengan sasaran umur 1 tahun sampai 19 tahun sebanyak tiga putaran pada bulan Februari, Juli dan Nopember 2018. 

Seusai sambutan diteruskan dengan materi kebijakan program imunisasi nasional dan Ori Difteri dengan narasumber dr. Ninik Ambarwati, Sp. Anak, dilanjutkan dengan tanya jawab di pandu oleh dr. Shierly.

Sebelumnya Ditreskrimsus Polda Jatim, Ungkap SPBU Nakal di Tegalsari Surabaya.
Selanjutnya Peringatan HUT ke 322, Dinkes Kota Pasuruan Gelar Operasi Katarak Gratis.