Hari Ke 2 Sekolah Desa di Kecamatan Cerme, Agenda Pemantapan Management BUMDES.
Foto: Suasana Sekolah Desa di Kecamatan Cermee

Hari Ke 2 Sekolah Desa di Kecamatan Cerme, Agenda Pemantapan Management BUMDES.

Laporan : M Susyanto

BONDOWOSO. suara-publik.com-Hari ke 2 pelaksanaan Sekolah Desa di Kantor Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso selasa(06-11) yang bertajuk Belajar Bersama Management BUMDES yang dihadiri Kepala Desa, pengurus Bumdes dan operator desa se kecamatan Cermee. 

Kasi Pemerintahan Kecamatan Cermee Dedy iskandar menjelaskan kepada media," dengan hadirnya Sekolah Manajement BUMDes, diharapkan dapat menyelesaikan persoalan kebutuhan dasar warga, dengan mengoptimalkan potensi sumber daya ekonomi (simpan pinjam, pertanian, peternakan, perikanan, wisata, sewa industri kecil dan lain-lain) bahkan membuat warganya tetap berada di desa untuk ikut membangun kemajuan desa,"ujarnya(06-11).

Namun, Bagaimana caranya? tentu semua dimulai dengan langkah kecil dulu, seperti, membahas mengenai filosofi BUM, tata kelola BUMDes, lalu dilanjutkan dengan membahas tentang pemetaan potensi desa dan pemilihan jenis usaha BUMDes serta faktor eksternal dan internal yang dapat mendukung suatu usaha maupun hambatannya. Tentu saja revitalisasi potensi desa harus dilakukan dan secara kontinyu, agar penduduk desa lebih bersemangat mengasah jiwa kewirausahaannya untuk kemudian mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan desanya," Imbuhnya.

Kemudian, lanjut Dedy, dari hasil yang sudah di dapat dari pembelajaran ini, kiranya kami dari pemerintah kecamatan, mengharapkan sinergi dan semangat untuk melaksanakan apa yang sudah di pelajari dalam acara Sekolah Desa utamanya di Bidang management Bumdes. Karena menurut kami di tempat lain masih banyak yang kurang optimal dalam palaksanaannya di lapangan,"terangnya. 

Maka dari itu kami Pemerintah Kecamatan Cermee tidak patah semangat dalam memberikan inovasi pemantapan SDM terhadap pelaksana pembangunan di Desa," Pungkasnya.

Sebelumnya Data Analisa Kemiskinan Partisipatif, Mulai Menuai Kontroversi
Selanjutnya Majelis Hakim Banyuwangi, Tolak Pengacara Dari Peradin Bersidang.