Hindari Bantuan Tak Tepat Sasaran, Guru Ngaji di Bondowoso Didata Ulang.
Foto: Kadis Dikbud Bondowoso Drs H Harimas MSi

Hindari Bantuan Tak Tepat Sasaran, Guru Ngaji di Bondowoso Didata Ulang.

Laporan Redaksi

BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Pendataan guru ngaji di Bondowoso mulai dilakukan, menyusul perintah dari wakil bupati Bondowoso kepada OPD terkait agar insentif 1,5 juta betul-betul tepat sasaran.

Sebelumnya ada sekitar 5600 guru ngaji yang terdaftar di dinas sosial. Mereka mendapat insentif dari pemerintah kabupaten Bondowoso sebesar 850 ribu perorang. Namun setelah Salwa Arifin dan Irwan Bachtiar Rahmat menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, menaikkan insentif guru menjadi 1,5 juta per orang.

Sementara lembaga yang menjadi penyalur insentif tersebut diberikan kepada dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud), hanya saja yang mendapat tugas untuk melakukan pendataan ulang adalah Keskretariatan bagian Kesra Pemkab Bondowoso dibantu sejumlah lembaga yang ada.

Kepala Disdikbud Bondowoso, Harimas membenarkan jika pihak Disdikbud mendapat tugas untuk menyalurkan dana insentif guru ngaji se Kabupaten Bondowoso. "Memang sebelumnya yang menjadi leding sektor dinas sosial. Karena ada larangan dari BPK, kalau bantuan sosial itu tidak boleh diberikan kepada lembaga atau perorangan secara terus menerus, oleh karena itu tahun ini diberikan kepada Disdikbud," kata Harimas.

Untuk menghindari tidak tepat sasaran, maka pihaknya minta kepada bagian Kesra untuk mendata ulang. Sebab, menurut Harimas, bantuan yang tahun sebelumnya ada indikasi tidak tepat sasaran, dan diduga banyak yang fiktif.

Karena ada satu lembaga penenerimanya lebih dari dua. "Untuk menghindari semacam itu, saya minta untuk didata ulang, apakah lembaga itu ada santrinya atau tidak, jika ada berapa gurunya yang berhak menerima sesuai dengan aturan dan perundangan yang berlaku,"ujarnya.

Kendati demikian, Harimas belum memastikan kapan dana insentif tersebut dicairkan. Karena menurut mantan Sekwan DPRD Bondowoso ini, pihaknya masih menunggu hasil pendataan yang dilakukan oleh bagian kesra.

"Tentunya validitas penerima benar-benar akurat dan tepat sasaran. Insya Allah kalau semuanya sudah selesai, dalam waktu dekat kita akan laporkan dulu ke Bupati dan Wakil Bupati, termasuk ke Pak Sekda, untuk minta petunjuk tehnis pencairanya,"imbuhnya.

Sebelumnya Desk Pilkades Kabupaten Blitar Terbentuk, Pilkades Serentak 2019 Segera Dimulai Tahapannya.
Selanjutnya Dalam Halal Bi Halal Ka. Disdikbud Bondowoso Sampaikan, PGRI Harus Mampu Jadi Agen Perubahan Masa Depan.