Ini Patut di Contoh, Salah Kirim WA, Kanit Reskrim Sukomanunggal Minta Maaf.

Ini Patut di Contoh, Salah Kirim WA, Kanit Reskrim Sukomanunggal Minta Maaf.

Laporan Tom. 

SURABAYA Suara Publik. Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar mendampingi kompol Suroso Kapolsek Sukomanunggal dan Iptu Misdianto kanit reskrim Sukomanunggal mendatangi kantor PWI di Jalan Taman Apsari untuk menjernihkan permasalahan adanya salah kirim WA yang menyebutkan "wartawan wedus", Selasa (23/1). 

Kedatangan rombongan Polrestabes diterima Syaiful Anam Ketua Harian PWI dan Gultom pengurus PWI di ruang pertemuan. Dihadapan pengurus PWI, Iptu Misdianto menjelaskan kronologis salah kirim kata kata " Wartawan wedus" ke nomor WA wartawan online.

Awalnya, wartawan online itu mau mengkonfirmasi terkait perjudian di wilayah Dukuh Pakis. Namun, dengan bahasa yang menjustifikasi seolah_olah perjudian dibekingi Kanitreskrim Sukomanunggal. Disaat bersamaan, ada rekan wartawan bernama Yudi yang juga saudara iptu Misdianto meminta bantuan wedus atau kambing untuk suatu acara. 

Bermaksud mengirimi kata kata gurauan ke Yudi "wartawan wedus" tapi IptuMisdianto malah salah mengirim." Salah kirim, pak Syaiful Anam, awalnya saya ingin kirim kata gurauan ke Yudi malah ke Ade," kata Misdianto. 

Mendengar ada permasalahan yang sebenarnya salah paham. Syaiful Anam menyarankan agar diselesaikan dengan mediasi dulu. Dia juga berjanji akan membicarakan masalah tersebut di acara HPN." Meski Ade bukan anggota PWI, tapi secara moral PWI adalah organisasi wartawan sudah benar langkah Polrestabes ke kami," ujar ketua HPN ini. 

Dia juga menambahkan, permintaan maaf dari Polrestabes juga di terima. " saya terima permintaan maaf Polrestabes. Ini sebagai bentuk jiwa besar polisi yang slogan promoter terbukti," tambahnya.

Pada pertemuan tsb hadir juga beberapa wartawan dan Pimrednya. Diantaranya Pimred Berita rakyat Zam Zami dan Zam Zami mengatakan kalau saudara Ade datang untuk klarifikasi masalah ini , itu atas nama pribadi bukan membawa Nama berita Rakyat . 

Kasubbag Humas Polrestabes juga ingin kedepannya agar tercipta sinergitas yang baik wartawan dengan polisi." Saya ingin ada acara pencerahan dari dewan pers terkait permasalahan dan kode etik wartawan," tegasnya.

Ini patut dicontoh, Polrestabes Surabaya dan jajaran nya segera menuju ke PWI untuk Klarifikasi dan minta maaf. 

PWI dan Aji adalah wadah para awak media yang selama ini diakui di Jatim. Walaupun wartawan itu bukanlah anggota AJI dan PWI, kedua lembaga tersebut punya kewajiban moral untuk mambantu dan membina wartawan di Jatim, papar Kusworo Pemred Media ini.

Sebelumnya Polisi, Dishub, Pol PP, Kominfo Dapat Kendaraan Operasional Dari Walikota Pasuruan.
Selanjutnya Menara Air PDAM Pasuruan, Legenda Yang Terbengkalai