Inspektorat: Sarat Penyimpangan, Hasil Audit Keuangan PMI Bondowoso Priode 2014-2019 Sudah di Tangan Bupati.
Foto: Kepala Inspektorat Pemkab Bondowoso, Wahyudi Triadmadji(atas). Suasana Muskab PMI Bondowoso(bawah).

Inspektorat: Sarat Penyimpangan, Hasil Audit Keuangan PMI Bondowoso Priode 2014-2019 Sudah di Tangan Bupati.

Laporan Guido Saphan  

BONDOWOSO, (suara-publik.com) - Perintah Bupati Bondowoso Salwa Arifin untuk mengaudit atau memeriksa laporan pertanggungjawaban keuangan PMI Bondowoso periode 2014-2019 sudah rampung dilaksanakan Inspektorat setempat.

Inspektorat yang mengaudit asset dan keuangan PMI maupun UTDC PMI sejak Januari 2019 lalu, sudah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) keuangan PMI Bondowoso periode 2014-2019 pada Bupati Salwa Arifin pada pekan kedua Maret 2019 ini.  

Kepala Inspektorat Bondowoso Wahyudi Triyatmadji membenarkan LHP keuangan PMI Bondowoso sudah rampung dan sudah diserahkan Bupati Salwa pada akhir pekan kedua Maret 2019. Tapi, Wahyudi tidak membeberkan secara terbuka LHP keuangan PMI yang sudah diserahkan Bupati Salwa itu.

Namun, mantan Kepala Dinas Pertanian ini mengungkapkan hasil pemeriksaan LHP sesuai dengan penilaian Bupati Salwa. ”Yang jelas, LHP yang diserahkan ke Bupati sama dengan penilaian beliau banyak penyimpangan dan tidak prosedural. Kami juga beri beri catatan dan saran yang patut ditindaklanjuti Bupati.

Nanti, tanya langsung ke Bupati soal LHP itu. Intinya, ke depan PMI Bondowoso harus penyempurnaan total dalam kinerja dan penggunaan anggaran harus sesuai ketentuan,” kata Wahyudi.  

100%

Inpektorat mendapat perintah dari Bupati Salwa mengaudit laporan pertanggungjawaban keuangan PMI periode 2014-2019, ini berawal pelaksanaan Musyawarah Kabupaten Palang Merah Indonesia (Muskab PMI) ke-IX Bondowoso di Hotel Ijen View pada 26 Desember 2018 yang memilih kembali ketua lama periode 2104-2019, Miftahul Huda menjadi ketua periode 2019-2024.

Hasil Muskab tersebut, Bupati Salwa sebagai Pelindung PMI Bondowoso tidak mengakui Muskab PMI dan meminta Muskab PMI Diulang. Karena, Bupati Salwa menilai pelaksanaan Muskab PMI tidak prosedural dan tidak mendapat rekomendasi dari bupati sebagai Pelindung PMI Bondowoso.

Selain itu, Pengurusan PMI Bondowoso periode 2014-2019 tidak pernah melaksanakan kewajiban mempertanggungjawabkan hasil kinerja dan penggunaan keuangan pada pemkab paling sedikit sekali dalam setahun. Tak heran, sampai sekarang Bupati Salwa tidak merekomendasi Ketua terpilih Miftah –sapaan Miftahul Huda- yang cuti menjadi caleg DPRD Bondowoso untuk disahkan dan dilantik PMI Jatim.  

Justru, Bupati Salwa memerintahkan Inspektorat Bondowoso mengaudit atau memeriksa laporan pertanggungjawaban keuangan PMI periode 2014-2019 dan meminta Muskab PMI diulang.

Inspektorat langsung melaksanakan perintah Bupati. Sedangkan, Miftah tidak menggelar Muskab PMI ulang, tapi dengan sejumlah pengurus melakukan rapat pleno pada pertengahan Januari 2019 menunjuk M.Iqbal Afif menjadi Plh Ketua PMI Bondowoso sampai April 2019 dan menolak Plt Ketua PMI Bondowoso Christian Urip Murtoyo  yang direkomendasi PMI Jatim.  

Dari penelusuran di lapangan, laporan pertanggungjawaban keuangan PMI Bondowoso pada Januari 2014 hingga September 2018 diduga kuat banyak kejanggalan dan penyimpangan.

Diantaranya, saldo awal Januari 2014 pada kolom pendapatan sekitar Rp 59 juta dan pengeluaran awal belanja pegawai sekitar Rp 104 juta yang berarti defisit.  

Juga saldo awal Januari 2014 seharusnya bukan Rp 59 juta, karena saldo akhir Desember 2013 lebih  Rp 500 juta. Begitu juga, pengeluaran Januari 2014, ada kerancuan anggaran transportasi pengurus PMI sekitar Rp57 juta dengan  biaya perjalanan dinas sekitar Rp 8 juta.

Kondisi seperti ini juga terjadi pada pengeluaran anggaran 2015, 2016, 2017, dan 2018. Bahkan, dugaan penyimpangan penggunaan anggaran PMI 2018 pada pembelian asset sepeda motor Yamaha N-max senilai Rp 25 juta.

Sepeda motor dibeli dengan surat-surat kendaraan bermotor pada 2015 atas nama orang/pribadi dan bukan lembaga PMI, tapi masuk anggaran keuangan 2018.                  

Sebelumnya Tingkatkan Peluang Usaha Online Bagi Warganya, Pemkab Blitar MoU Dengan Bukalapak.
Selanjutnya Copet HP Wanita di Bus Jaya Utama, Bejo diamankan Panit Reskrim Polsek Purwosari.