Investigasi Partisipatif: Dunia Fantasi Indonesia Swinger Bag. 2

Investigasi Partisipatif: Dunia Fantasi Indonesia Swinger Bag. 2

Oleh: Kusworo.

Seperti tulisan saya sebelumnya, dimana akhirnya saya tetap eksis berkomunikasi dengan kelompok Swinger dan 3some lewat akun Facebook dan Twitter resmi saya. Walau sangat beresiko sekali buat saya dan keluarga. Sebab akun Facebook dan Twitter saya berteman dengan keluarga, teman relasi maupun pejabat daerah dan pusat. Namun saya tetap eksis dengan tujuan meningkatkan komunikasi dengan kelompok ini. Tentunya endingnya ingin menyadarkan kelompok ini betapa berisiko nya kegiatan ini, terutama penyakit HIV Aids. 

Pada tahun 2012 awal saya melakukan hubungan Soft Swing. Ini adalah istilah untuk pasangan suami istri dalam mengawali kegiatan Hard Swing(tukar pasangan). Soft Swing arti nya bercinta dengan pasangan masing-masing dalam satu kamar. Soft Swing ini biasanya untuk penjajakan kesiapan mental menjelang Hard Swing. Dimana saat Soft Swing, Usai bercinta dengan pasangan masing-masing. Sesi kedua nya, kedua pasangan itu saling raba dan cium pada pasangan partnernya.

Saat ML babak kedua, tetap dengan pasangan masing-masing. Dalam Investigasi saya, Soft Swing ini bukan hanya sekedar untuk mempersiapkan mental tukar pasangan(Hard Swing). Kadang para wanita nya adalah seorang biseksual, yang bisa berhubungan dengan sejenis(lesbian). Sehingga para pria(suami) ingin wanita(istri) nya puas dalam aktivitas seks nya, lantas terjun ke dunia fantasi Swinger.

Kebetulan saat itu saya dan beberapa wartawan sering berkumpul dengan lesbian yang nongkrong di Bungkul. Terutama saat bulan puasa, akhirnya saya memutuskan mencari lesbian yang mau menjadi partner saya dalam Investigasi Partisipatif. Tidak mudah memang, tapi saya tidak menyerah begitu saja. 

Selama 4 bulan tiap malam di Bungkul, bahkan harus mengikuti kegiatan para wanita penyuka sejenis melakukan pertemuan, atau sekedar nongkrong di Royal Plaza. Royal Plaza Surabaya juga dijadikan ajang kumpul kumpul oleh teman-teman lesbian di Surabaya. Akhirnya saya mendapatkan wanita yang bersedia jadi partner untuk berfantasi sebagai menggali data kehidupan Kelompok Swinger dan 3some.

Setelah mendapat pasangan yang siap berfantasi. Lalu saya berselancar di dunia maya, medsos Facebook dan Twitter sebagai acuan untuk mencari pasangan Pasutri(istilah bagi para Swinger). Setelah 3 bulan akhirnya saya mendapatkan Pasutri yang bersedia kopi darat dengan saya.

Dalam kopi darat(pertemuan) tersebut, ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Bayangan setelah ketemu langsung acara fantasi dilakukan. Ternyata pasangan A N L(samaran) selalu waspada dengan orang yang baru dikenal. Sambil ngopi, saya dicecar dengan pertanyaan yang tak terduga. "Definisi Swinger itu apa menurut sampean" kata AN L. 

Walau gugup, tapi saya berusaha terlihat wajar. Untung nya saya banyak mendapat ilmu dari Andre Eny di Jakarta. "Swinger atau tukar pasangan menurut saya adalah menghindari selingkuh. Kegiatan ini saya lakukan dengan seijin dan kesepakatan pasangan saya. Kebetulan istri saya ini biseksual, alias bisa lesbian. Makanya saya mencari partner Soft Swing, bukan Hard Swing" jawab saya.

Terlihat partner saya mengeryitkan dahi. Tanda kalau mereka tidak percaya begitu saja pada jawaban yang saya berikan. Lalu mereka bertanya berapa lama kami berfantasi. Dengan siapa saja kami berpartner saat Swinger atau 3some. Dengan percaya diri saya ceritakan apa yang terjadi pada pasangan Andre Eny saat acara di Surabaya. Seakan saya adalah anak binaan Komunitas Mantan Pecandu Narkoba Surabaya(Kompas) yang meninggal. Sebab kalangan Pasutri tidak ada yang tahu dia meninggal dunia. Bahkan saya ceritakan kalau saya pernah jadi Even Organizer acara Swinger di Jakarta.

Mendengar cerita saya, pasangan A N L terlihat percaya dengan cerita ngibul saya. Setelah itu mereka pamit pulang, seminggu lagi mereka mengajak ketemu lagi. Seminggu kemudian kami pun bertemu lagi. Mereka tetap berusaha menyelidiki saya dan pasangan. Sementara pasangan tidak resmi saya hanya sebagai pendengar setia. Karena saya sering membaca postingan Pasutri di Medsos. Mereka mulai percaya keberadaan kami adalah Komunitas mereka. Sehingga ganti mereka yang bercerita tentang Malang Melintang dikehidupan fantasi nya.

A N L mengatakan mereka awal nya berfantasi sebagai Pasutri saat ekonomi mereka berada di menengah ke atas. Dimana mereka sering ke Diskotik dan mengkonsumsi Ekstasi. "Seminggu 3 kali saya ke Diskotik, suatu hari ada cewek yang duduk dekat kami. Karena sendiri, maka saya ajak gabung bersama. Kami bertiga pun gedek menikmati alunan house musik. Karena efek Ekstasi yang membuat happy, kami bertiga bisa mesra bersama" urai A partner kami.

Mendengar cerita itu, jiwa jurnalistik saya tergugah dan menanyakan endingnya mesra bertiga itu. A pun meneruskan cerita nya, karena istri saya ini biseksual. Sepulang dari Diskotik kami cek in di hotel tak jauh dari tempat dugem. Singkat cerita kami 3some 1 cowok 2 cewek hingga jam 12 siang, kata A. Lalu A menceritakan Sheila teman dugem nya adalah seorang Swinger. Karena suaminya ada urusan bisnis ke Jakarta, Sheila ijin dugem sendirian. Setelah suami nya pulang, kami diundang makan malam. Karena diceritakan oleh Sheila pengalaman 3some nya yang seru. Jhony suami Sheila langsung ngajak Swinger kami, jelas A.

Setelah mendengar cerita A, saya memberanikan diri mengajak acara Soft Swing. A N L menolak halus, Next Time lah mas, kalau waktunya pas, pasti saya ajak acara, jawab A sambil pamit pulang. Setelah mereka pulang, saya merenung, hampir putus asa untuk masuk di kelompok ini. Membagi waktu antara tugas editing jurnalistik media saya, keluarga dan mencari celah pintu masuk Dunia Fantasi Indonesia.

Namun karena sudah menjadi tekad saya. Keputusan untuk tetap melakukan Investigasi Partisipatif terhadap kelompok Swinger dan 3 some Ini. Tak disangka, besok siang hari nya, A ngebel saya ngajak ketemu. Saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan. Pasangan tidak resmi saya, segera saya jemput untuk menemui A N L. Ternyata felling saya benar. Mereka menerima kami jadi pasangan Soft Swing nya. Saya langsung menuju sebuah hotel di kawasan jln Biliton. Kami pun langsung menuju kamar dan acara Soft Swing pun berlangsung. Sesuai kesepakatan, hanyalah para wanita yang bercinta. Sementara pria nya hanya melihat. Bersambung.

 

 

 

 

Sebelumnya Sediakan LC Merangkap Striptis dan Layani ML di Room, Karaoke Maxi Brilian Blitar Digrebek Polda Jatim.
Selanjutnya Karaoke Maxi Brilian Blitar, Terancam di Tutup.