Jack Centre Ancam Laporkan Kasi Pidsus ke Jamwas Kejagung

Jack Centre Ancam Laporkan Kasi Pidsus ke Jamwas Kejagung

 Dilaporkan oleh : Hery Masduki

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Direktrur LSM Jack Centre, Agus Sugiarto, berenacana akan melaporkan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bondowoso, ke Jamwas Kejaksaan Agung di Jakarta. Pasalnya, Kasi Pidsus dianggap tidak professional dalam menangani perkara korupsi penambahana daya listrik RSUD dr.H.Koesnadi Bondowoso.

“Kenapa saya menganggap Kasi Pidsus tidak professional, karena BAP terdakwa, telah menyebut nama Direktur RSUD, Agus Suwardjito, yang juga menerima aliran dana penambahan listrik,”kata Agus.

Menurutnya, pengakuan tersebut bukan tidak beralasan, karena yang bersangkutan direktur CV, Erwin, yang ditunjuk sebagai pelaksana menegaskan, bahwa ia bersama sopirnya pernah mengantarkan uang sebesar 50 juta, dan itu diakui saat diperiksa oleh Kasi Pidsus sebelumnya, yakni Niko. “Anehnya, saat persidangan berlangsung nama Agus Suwardjito hilang dan tak pernah disebut,”terangnya.

Yang lebih aneh lagi, Direktur RSU saat itu sebagai Pengguna Anggaran (PA), dan PA harus bertanggung jawab dalam persoalan itu, karena PA yang bertanda tangan dalam kegiatan itu, sehingga dalam proses perencanaan kegiatan hingga finising, PA dipastikan mengetahui persoalan itu. “Maka sangat ironi jika kemudian PA lolos dari kasus korupsi itu, sementara yang dikorbankan hanyalah anak buanya,”ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, Agus Sugiarto akan berangkat ke Jakarta, untuk melaporkan kasus tersebut, ke Jaksa Muda Pengawasan (Jamwas) agar kasus tersebut diungkap kembali, dan akan meminta Jamwas untuk memproses Jaksa Nakal yang menangani perkara tersebut.

“Saya hanya prihatin, karena Jaksa yang menangani kasus ini tidak sejalan dengan roh Kejaksaan tentang pemberantasan korupsi,”celotehnya.

Sekedar diketahui, kasus tersebut muncul setelah RSUD dr.H.Koesnadi, menambah daya listrik tahun 2013, dengan menelan anggaran ratusan juta. Karena dianggab ada penyimpangan, kegiatan tersebut dilaporkan oleh Jack Centre ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, yang kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bondowoso.

“PA dan PPK RSUD Koesnadi Bondowoso diduga telah menyalahgunakan anggaran yang bersumber dari APBD 2013 sebesar Rp473.425.000 untuk penambahan daya listrik menjadi 1557KVA. Namun faktanya daya listrik yang digunakan hanya 345 KVA, akibatnya negara dirugikan sebesar Rp101 juta,”. (her)

Sebelumnya Kapolrestabes Surabaya, Beri Penghargaan Kepada Anggota TNI-AL yang Sekali Tembak Pelaku Berpistol Tewas.
Selanjutnya HIPPA Sido Makmur Juara Nasional, Kalahkan HIPPA Triguna Tirta Jogyakarta