Jack Centre Minta Kejaksaan Seriusi Ungkap, Dugaan Korupsi DD di Bondowoso
Foto: Direktur Jack Centre Agus Sugiarto.

Jack Centre Minta Kejaksaan Seriusi Ungkap, Dugaan Korupsi DD di Bondowoso

Laporan Redaksi.

DD Tak Lagi Sejahterakan Masyarakat Bondowoso, Tapi Sejahterahkan Oknum Kades dan Keluarganya.

BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Upaya Kejaksaan Negeri untuk mengungkap dugaan korupsi dana desa (DD), di Bondowoso, mendapat dukungan dari masyarakat anti korupsi. Pasalnya, indikasi korupsi DD di Bondowoso terbilang rapi dan masif sejak DD itu digelontorkan, sehingga penegak hukum sempat kesulitan untuk mengungkap.

Namun demikian, selama ini penegak hukum tidak tinggal diam. Bahkan, Kejaksaan telah mengantongi bukti-bukti permulaan, mulai dari pembuatan RAB dan SPJ yang kolektif, kegiatan ganda antara desa dengan Pemkab, mark UP anggaran, dan didukung oleh temuan dari BPK, sehingga Kejaksaan sudah melakukan penyelidikan secara mendalam kepada 209 desa.

Sementara itu, Direktur Jack Centre Bondowoso, Agus Sugiarto mengapresiasi dan mendukung langkah Kejaksaan untuk mengungkap dugaan korupsi DD di Bondowoso. Ia menilai DD tidak lagi mensejahterakan masyarakat. Namun, DD diduga kuat telah disulap oleh oknum Kepala Desa untuk berlomba Lomba membangun rumah dan beli mobil mewah.

Sementara programnya hanya itu-itu saja. Selain itu, pihak Kejaksaan diminta untuk sungguh-sungguh dalam mengungkap kasus dugaan korupsi DD, seperti yang dilakukan oleh Kejaksaan di beberapa kabupaten dan provinsi diluar Jawa.

Oknum kades tidak diberi kesempatan untuk main-main DD, dan ia tidak ingin mendengar pihak jika Kejaksaan diduga mendapat jatah 2,5 Persen dari desa. "Kejaksaan jangan hanya tampilan saja, harus ada kesungguhan untuk menangani kasus korupsi DD di Bondowoso," kata Agus Sugiarto.

Ia sangat berharap kepada Kejaksaan lebih agresif, jangan hanya melakukan penyelidikan, tapi tidak pernah mengungkap. "Kami juga mengantongi data-data penyimpangan Dana Desa yang tidak jauh beda dengan hasil temuan BPK, dan kami siap membantu data jika diperlukan oleh Kejaksaan," ujarnya.

Agus juga sangat berharap kepada Kejaksaan Bondowoso agar benar-benar intens dan serius mengusut persoalan penyimpangan DD tersebut. Sebab sesuai dengan komitmen Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso saat berkampanye, akan memerangi bentuk-bentuk tindak korupsi di Kabupaten Bondowoso. "Dan satu hal lagi yang perlu digaris bawah, Jack Centre akan intensif mengawasi tahapan demi tahapan penanganan dugaan penyimpangan terhadap keuangan DD yang di usut oleh pihak Kejaksaan Bondowoso hingga tuntas," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, BPK RI telah temukan beberapa penyimpangan, salah satunya Pajak DD yang tidak dibayar oleh Kades, dan temuan dugaan penyimpangan DD dan ADD, sehingga pihak DPMD Bondowoso mengundang ratusan Kades untuk menyikapi temuan BPK RI.

Sementara itu, pihak Kejaksaan hingga saat ini belum bisa memberikan keterangan terkait penyelidikan kasus DD yang telah dilakukan. Pasalnya menurut sumber di Kejaksaan, pihaknya masih konsentrasi pengumpulan data dan keterangan (Pulbaket). "Nanti saja kalau sudah masuk ketingkat penyidikan baru kita expose secara terbuka,"ucap sumber di Kejaksaan.

Sebelumnya Buang HP ke Selokan, Duo Jambret ABG di Ringkus.
Selanjutnya Diduga Kesepian Duda ini Perkosa, Nenek-Nenek Yang Juga Tetangga Sendiri.