Jampersal Dihentikan, Layanan Persalinan Masyarakat Miskin Bondowoso Ditalangi APBD

Jampersal Dihentikan, Layanan Persalinan Masyarakat Miskin Bondowoso Ditalangi APBD

Laporan Guido Saphan.

BONDOWOSO, (suara-publik-com) -  Layanan Jaminan Persalinan (Jampersal) bagi masyarakat miskin atau yang memiliki resiko tinggi di Kabupaten Bondowoso pada 2019, untuk sementara dihentikan. Ini dilakukan Dinas Kesehatan  (Dinkes) Bondowoso, karena alokasi anggaran Jampersal dari APBN yang berkurang menjadi Rp 2 miliar sudah habis digunakan untuk pelayanan di semua Puskesmas dan lima Rumah Sakit.  

Kepala Dinkes Bondowoso, Muhammad Imron di sela-sela Rapat Paripurna PU Fraksi Terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Bondowoso 2018 di Gedung DPRD setempat kemarin mengatakan, alokasi anggaran Jampersal 2019 dari APBN untuk Bondowoso berkurang, yakni Rp 2 miliar dibandingkan pada 2018 sebesar Rp 3,5 miliar. ”Anggaran Rp 2 miliar, itu sudah digunakan untuk pelayanan di semua Puskesmas di Bondowoso dan lima rumah sakit dan kita defisit hampir Rp 60 juta. Dari situlah, layanan Jampersal untuk sementara dihentikan,” katanya.  

Tapi, bukan berarti masyarakat miskin membutuhkan pertolongan persalinan, pelayanan nifas, pelayanan KB pasca persalinan, dan pelayanan bayi baru lahir, tidak mendapat penanganan dari Pemkab Bondowoso. ”Masyarakat miskin atau tidak mampu, khususnya ibu hamil yang melahirkan tidak perlu khawatir. Karena, masyarakat miskin tetap mendapat pelayanan persalinan yang ditalangi anggaran daerah (APBD) dengan diintegrasikan sebagai peserta BPJS,” jelas Imorn.  

Untuk itu, menurut mantan Kepala Puskesmas Maesan tersebut, Dinkes akan mendata masyarakat miskin di Bondowoso yang mendapat layanan Jampersal diintegrasikan menjadi peserta BPJS. ”Dengan begitu, masyarakat miskin yang tadinya mendapat layanan Jampersal, nantinya sebagai peserta BPJS akan dibayar preminya oleh Pemkab Bondowoso dan mendapat layanan persalinan secara gratis seperti layanan Jampersal,” ujarnya.  

Program layanan Jampersal bagi masyarakat miskin di Bondowoso sendiri dilakukan Dinkes di seluruh Puskesmas. Selain itu, bekerja sama dengan lima Rumah Sakit di tiga kabupaten. Yakni, RSU dr Koesnadi. RS Mitra Medika, dan RS Bhayangkara di Bondowoso. Kemudian, RSU di Jember dan RSU di Situbondo.

Sebelumnya Ini Pertimbangan Hakim Memvonis Ahmad Dhani 1 Tahun Penjara.
Selanjutnya Divonis 5 Tahun Karena Memiliki 5 Butir Pil Ekstasi, Pemuda Asal Sampang Nyatakan Pikir-Pikir.