Jual 50 Butir Ekstasi, Vivi Cahya Ratna Divonis 6,5 Tahun Penjara Dan Denda 1 Miliar.
Foto : Terdakwa Vivi Cahya Ratna Ningsih alias Vivi, pengedar pil Ekstacy 50 butir, saat menjalani sidang di PN Surabaya.

Jual 50 Butir Ekstasi, Vivi Cahya Ratna Divonis 6,5 Tahun Penjara Dan Denda 1 Miliar.

Surabaya, suara-publik.com - Terdakwa Vivi Cahya Ratna Ningsih alias Vivi yang disebut dalam dakwaan sebagai pemasok 50 butir Extacy atau setara 18 Gram Narkoba pada Wiliam Surya Wardhana (berkas terpisah pada perkara yang sama) divonis 6,5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan.Selasa (22/09/2020).

Sidang dengan agenda pembacaan putusan oleh majelis hakim yang memimpin persidangan, mengadili, Menyatakan bahwa terdakwa Vivi Cahya Ratna Ningsih bersalah permufakatan jahat bertransaksi Narkotika jenis pil Ekstacy, Menghukum terdakwa dengan 6 tahun dan 6 bulan penjara, dan denda 1Miliar, subsider 3 bulan kurungan, sebagaimana diatur dan diancam melanggar Pasal 114 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Putusan hakim lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muzakki,SH dari Kejari Surabaya, dengan hukuman 8 tahun penjara, denda 1 Miliar subsider 4 bulan kurungan.

Mendengar putusan hakim , Fardiansyah,SH dari LBH Lacak selaku penasehat hukum terdakwa Vivi menyampaikan kepada terdakwa apakah menerima, pikir - pikir atau banding dalam vonis tersebut.

" Saya menyatakan pikir - pikir yang mulia, " jawab Vivi, demikian pula JPU menyatakan pikir- pikir.

Diketahui, Vivi Cahya Ratna Ningsih alias Vivi ditangkap tim Satresnarkoba Polrestabes Surabaya pada Kamis siang, 6 Februari 2020 sekitar pukul 13:00 WIB.

Saat ditangkap, petugas tidak mendapati barang bukti apapun didalam penguasaan Vivi. Pihak kepolisian hanya menyita sebuah unit Handphone yang digunakan untuk sarana transaksi Narkoba. Melalui Handphone tersebut ditemukan adanya history transaksi Narkoba jenis ekstacy sebanyak 50 butir antara Vivi Cahya Ratna dengan Wiliam Surya Wardhana (berkas terpisah) Tidak menunggu lama, petugas kemudian menjadikan Vivi sebagai umpan untuk menangkap Wiliam.

Atas muslihat itu, Wiliam dapat ditangkap di Parkiran Apartemen Puncak Bukit Golf Tower B Jalan Darmo Boulevard No B2, Surabaya.

Setelah menangkap Wiliam, petugas juga tidak mendapati barang bukti apapun dalam penguasaannya. Karena sudah menjadi target operasi, Wiliam kemudian digelandang oleh petugas ke kediamannya di Jalan Kartini 132, Surabaya, dan didalam rumah itu polisi menemukan 26 butir Narkoba jenis ekstacy.

Atas serangkain peristiwa itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Muzakki menjerat Vivi menggunakan dakwaan melanggar pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika golongan I.

Disebutkan, antara Wiliam dan Vivi awalnya bertemu di Diskotik Coyote, Tunjungan Plaza Surabaya. Ditempat itulah keduanya melakukan permufakatan jahat, untuk bertransaksi narkoba.

Wiliam disebutkan membeli 50 butir ekstacy pada Vivi seharga 425 ribu, untuk dijual kembali pada konsumennya, Sedangkan Vivi membeli barang madat itu dari seseorang bernama Rudi seharga 250 ribu rupiah.

Ironisnya, Jual Beli barang haram itu terputus pada keduanya, Rudi yang disebut sebagai pemasok ekstacy tidak diketahui keberadaannya. Sedangkan Wiliam tidak diketahui dijual ke siapa saja.(sam).

Sebelumnya Bambang Bima Adhis Pratama Penghina Nabi Muhammad, Divonis 7 Bulan Penjara.
Selanjutnya Pasien 3 Kali Test Confirm Covid-19. Tak Diberi Obat/Resep Sama Sekali Oleh Rsud. dr. Soetomo.