Kaburnya Napi di Lapas Porong, Membuat Kemenkumham Jatim Geram

Kaburnya Napi di Lapas Porong, Membuat Kemenkumham Jatim Geram

Laporan: Mulyono.

Surabaya (Suara Publik.com) - Kasus tahanan kabur kembali terjadi di Sidoarjo. Kali ini, Jidi Bin Sanari (alm) warga Desa Anggersek Kec.Camplong Kab. Sampang Madura, warga binaan di Lapas Kelas l Surabaya di Desa Kebonagung Kecamatan Porong, tidak ada di ruang tahanan.

Dia menjadi warga binaan Lapas sejak 24 Januari 2013. Jidi ditahan di Lapas Porong karena divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Surabaya pada bulan Juni tahun 2013, dan harus menjalani hukuman 13 tahun penjara dengan sisa masa penahanan 6 Tahun 4 bulan. 

Priaberusia 51 tahun yang tersandung kasus pembunuhan itu diduga berhasil melarikan diri dengan memanfaatkan kelengahan petugas. 

Humas Kanwil MENKUMHAM JATIM membenarkan adanya laporan soal salah satu tahanan Lapas Porong tidak berada di tempat dan belum diketahui keberadaannya. “Ya ada tahanan Lapas Porong yang tidak kembali setelah membersihkan didepan Lapas Porong,” katanya pada Jumat (29/6/2018).

Ishadi Maja Prayitno menjelaskan, “yang bersangkutan diketahui tidak ada pada waktu penghitungan Narapidana yang diperbantukan diluar lapas tepatnya hari Sabtu (23/6/2018) sore”. Tapi masih terus dilakukan pencarian. “Dan sampai sekarang pun masih dilakukan pencarian bersama petugas. Baik itu di area Lapas Porong maupun di luar Lapas Porong,” tambahnya.

Dalam pencarian, dugaan warga binaan tidak ada di Lapas Porong, petugas reserse Polsek Porong dan Polres Sampang juga diminta membantu melakukan pencarian. “Kita juga diminta bantuannya untuk mencari keberadaan warga binaan yang telah berhasil kabur tersebut” terang Ishadi Maja Prayitno. 

Dengan adanya kejadian ini, Lapas Porong semakin meningkatkan pemantauan dan pengawasan terhadap para narapidana yang dalam posisi diperbantukan diluar. Dengan cara memperluas pengawasan dan memperbanyak pemasangan CCTV disekitaran lapas...(Mul).

Sebelumnya 290 Siswa Siswi Ponpes Miftahul Ulum di Wisuda.
Selanjutnya H. Nurdin: Ranperda Bersama Fraksi-Fraksi, Mengelola Sumberdaya Lebih Efisien dan Efektif.