Kadis PUPR  Gencar Lakukan Sosialisasi Dan Pembinaan Kepada UPT

Kadis PUPR Gencar Lakukan Sosialisasi Dan Pembinaan Kepada UPT

BONDOWOSO, Suara Publik - Untuk yang kesekian kalinya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), kabupaten Bondowoso, Drs H Karna Suswandi.MM, melakukan sosialisasi ke UPT. Hal itu dilakukan untuk memantapkan kegiatan tahun 2017, di kantor UPT Wonosari.

 Selain melakukan sosialisasi, pihaknya juga melakukan rapat pembinaan kepada sejumlah pegawai diwilayah kerja UPT Wonosari, sehingg pembinaan ini dalam diaplikasikan sebagai pedoman untuk melaksanakan program PUPR tahun ini.

Karna Suswandi mengatakan, rapat pembinaan ini sudah ke 4 kalinya, dan menjelang bulan ramadhan 1 bulan lagi akan di adakan lagi. Selain menggelar rapat pembinaan, sebagai ajang silurrahmi agar keharmonisan antar UPT dengan dinas tetap terjaga.

 “Saya mengajak kepada semua pegawai PUPR dan UPT untuk saling bekerjasama, bekerja beriringan, dan tetap saling menjaga untuk merawat Sumber Daya Alam maupun Binamarga,"katanya.

Disamping itu, kegiatan Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan Daerah Aliran Sungai (Gema Pildasi), sebagai program yang sudah menorehkan keberhasilan dan menjadi juara tingkat Nasional, hendak harus dijaga dan terus dipelihara dengan baik.

“Maka dari itu, saya meminta staf yang bertugas dilapangan untuk terus menjaga Dam dan tangkis agar tidak jebol. Mari kita bekerja dengan baik, dan kepada petugas tidak usah disuruh untuk membersihkan,”tegasnya.

Untuk menjaga kebersihan air irigasi dari pencemaran menurut Karna, memang harus penuh dengan kesabaran. Sebab, yang sering mencemari air menjadi kootor salah satu penyebab sedimentasi tersebut, berasal dari kebiasaan buruk peternak yang membuang langsung kotoran ternak ke saluran irigasi.

          Sementara masyarakat banyak yang memanfaatkan saluran irigasi untuk mandi, cuci piring dan pakaian, maka sangat disayangkan jika dicemari dengan kotoran hewan ternak. Sehingga petugas lapangan diminta untuk mampu menyadarkan peternak sapi bahwa air bersih ini penting untuk kehidupan.

“Bukan serta merta melarang peternak membuang kotoran hewanya melainkan mengarahkan ke hal yang baik dan bermanfaat langsung kepada peternak. Sehingga perlu solusi, dan munculah bio gas,” katanya.

          Karna menambahkan, juga terkait sampah namun penangananya dengan membuat jaring di pintu air. Sehingga berakibat kepada terjadinya tanah lonsor dan daya rusak air.

“Nah, untuk menghindari hal itu terjadi, maka para petugas dilapangan untuk menggandeng masyarakat agar bahu membahu membersihkan irigasi yang kotor, sehingga air jernih menjadi jernih dan mengalir lancar,”terangnya.

Oleh karena itu, sambung Karna, meminta UPT Wonosari bekerja keras dan harus bisa memenangkan lomba lomba di Dinas PUPR.

"Tidak hanya UPT Tlogosari yang bisa, UPT Wonosari harus mengikuti jejak keberhasilan yang telah diraih oleh UPT Tlogosari,”pungkasnya. (her)

Sebelumnya Pecinta Pacuan Kuda Kembangkan Ekonomi Kabupaten Blitar Lewat Lomba
Selanjutnya Jelang Pilbub Bondowoso Tahun 2018, Tensi Politik Mulai Memanas