Kadis PUPR Sering Sidak Proyek, Rekanan Risau.

Kadis PUPR Sering Sidak Proyek, Rekanan Risau.

Dilaporkan oleh : Hery Masduki

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Langkah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bondowoso, Drs.H.Karna Suswandi.MM., membuat sejumlah rekanan menjadi keder. Pasalnya, rekanan akan kesulitan untuk menghindar ketika melakukan kecurangan dalam pekerjaan proyek.

Seperti diungkapkan rekanan berinisial TT, ia mengaku kaget setelah mendengar laporan dari pegawainya kalau pekerjaannya didatangi Kadis PUPR dengan rombongannya. “Saat itu saya mendapat laporan dari pelaksana dilapangan kalau pekerjaan saya disidak oleh Kadis,”katanya. Yang lebih merisaukan lagi, Kadis membawa pejabat Inspektorat dan sejumlah wartawan, sehingga pihak rekanan tidak punya peluang untuk bermain-main dalam melakukan pekerjaan proyek, karena mendapat pengawasan langsung dari dari Kadis.

“Beruntung pekerjaan saya dilapangan masih tergolong bagus, dan tidak ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan,”ujarnya. Padahal, menurut TT, dilapangan telah ada pengawas dari PUPR. Tapi nampaknya, Kadis PUPR tidak percaya begitu saja kepada anak buahnya dilapangan. Namun ia baru percaya ketika melihat langsung terhadap proyek yang sedang dikerjakan.

“Celakanya, kalau dicurigai melakukan kecurangan yang tidak sesuai dengan speck, terkadang Pak Karna langsung melakukan pembongkaran dan melihat kedalaman pondasi atau melihat campuran pasir dan semen,”tuturnya.

Sementara itu, Kadis PUPR Drs.H.Karna Suswandi, MM., menyatakan, pihaknya akan terus melakukan sidak ke sejumlah bangunan milik PUPR, agar proyek yang dilaksanakan oleh rekanan sesuai dengan specifikasi yang sudah ditentukan. “Kenapa langkah ini harus saya lakukan, karena saya takut kecolongan akibat ulah rekanan nakal, dan saya tidak ingin klaim BPK mengalami kemunduran,”kata mantan Kadis Koperindag ini.

Lebih jauh, Karna mengatakan, pihaknya bukan tidak mempercayai pengawas, akan tetapi ia ingin melihat secara langsung pekerjaan proyek dilapangan. Bahkan, tidak jarang ia berjalan kaki hingga puluhan kilometer hanya melihat hasil pekerjaan dari rekanan. “Ketika saya mendengar informasi bahwa proyek yang dikerjakan oleh rekanan tidak sesuai dengan speck, maka saya akan membawa pejabat yang berkompeten, seperti dari Ispektorat,”ujarnya.

Selain itu, Kadis PUPR ketika melakukan sidak, dipastikan akan menyertakan sejumlah wartawan, sehingga kegiatan di Dinas PUPR transparan dan diketahui secara langsung oleh masyarakat, meski sidak tersebut dilakukan secara acak.

“Mengapa saya selalu membawa rekan-rekan wartawan kelapangan, agar rekanan itu berhati-hati dalam melaksakan pekerjaan, dan ketika ditemukan penyimpangan maka akan dikatahui langsung oleh wartawan, dan wartawan akan menulis penyimpangan itu,”tegasnya.

Namun, sejauh ini belum ditemukan pekerjaan rekanan yang fatal, meski ada beberapa rekanan yang mungkin kurang sesuai dengan kontrak. Namun hal itu langsung diperintahkan untuk diperbaiki dan disesuaikan dengan addendum kontrak. “Meski ada pekerjaan rekanan yang kurang bagus, tapi masih bisa ditolerir, dan saya telah memerintahkan untuk segera diperbaiki, karena masih belum ST-1,”tandasnya.

Kendati demikian, Karna tetap berharap kepada semua rekanan yang mengerjakan proyek Pemerintah agar dikerjakan secara sungguh-sungguh dan tidak melanggar aturan yang telah disepakati. “Tentu kita berharap kepada pemilik CV atau PT, dalam melaksanakan pekerjaan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga tidak ada yang dirugikan,”imbuhnya. (her)

Sebelumnya Mahasiswa Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar Kos.
Selanjutnya Amin Husni Said: Keberagaman Bisa Dijadikan Motifasi Melakukan Kebaikan