Kantongi BPJS, Pasien Kanker Nyaris Kena Pungli Rp. 20. Juta di RSUD dr Soetomo.

Kantongi BPJS, Pasien Kanker Nyaris Kena Pungli Rp. 20. Juta di RSUD dr Soetomo.

Laporan Dwi HM. 

SURABAYA (suara-publik.com) – Maraknya dugaan pungutan (pungli) di RSUD dr. Soetomo bukan isapan jempol belaka. Praktek pungli ini nyaris menimpa Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) atas nama Roesmijati (51) warga Kepuharjo, Kabupaten Lumajang, Selasa (08/08).

Roesmijati adalah penderita kanker thyroid stadium III. Pernyataan pungli ini disampaikan langsung oknum berinisial Ddn, Petugas Bagian Sektariat Bedah Kepala Leher RSUD dr. Soetomo, Selasa (08/08).

“Antrian kamar dan Operasi, pasien BPJS Mandiri Kelas 1 itu, 2 sampai 3 bulan kedapan. Kalau mau cepat mendapatkan kamar dan penanganan operasi ada biaya tambahan senilai Rp. 20 juta,” ucap Ddn. Ddn menambahkan, jika pasien setuju. Maka dirinya segera memberikan kabar kepada pasien dalam jangka waktu satu sampai dengan tiga hari ke depan guna mendapatkan kamar dan jadwal penanganan operasi. “Dan itu pasti ada,” tegas Ddn saat di ruang kerjanya.

Esoknya, pukul 10.00 WIB, Ddn menghubungi nomer handphone suami pasien, Yudha Wardhana (33), untuk memberitahukan, kamar sudah tersedia hari ini, Rabu (09/08). Masih via ponselnya, pasien sempat menawar biaya mempercepat mendapatkan kamar dan penanganan operasi Rp. 10 juta kepada Ddn. “Tidak bisa tawar menawar. Tetap Rp. 20 juta,” kata Ddn via ponselnya dan mengakhiri obrolannya.

Pukul 13.00 WIB dihari yang sama, Ddn kembali menghubungi pasien untuk memastikan keputusan pasien. “Kamar jadi di ambil atau tidak,” ucap Ddn. Tapi Pasien bersikukuh menawar Rp. 10 juta dari Rp. 20 juta. “Ya sudah kalau tidak mau, banyak pasien lain yang mau,” ujar Ddn dengan nada ketus sambil menutup teleponnya.

Karena tidak mendapat kepastian kamar dan penanganan operasi, maka pasien memutuskan memesan tiket pesawat Garuda untuk pulang ke rumah keluarga di Hongkong. Tujuannya, Saya sangat kecewa mas atas pelayanan RSUD dr. Soetomo. Karena dikenakan biaya tambahan yang terlalu mahal,” ucap Yudha, Sabtu (12/8).

Menurut Direktur Utama (Dirut) RSUD dr. Soetomo, dr. Harsono tidak membenarkan atas biaya tambahan bagi pasien BPJS Kesehatan di RSUD dr. Soetomo. “Menurut aturan Permenkes No. 64, menegaskan pasien BPJS tidak ada biaya tambahan. Terkecuali untuk ruang VVIP memang ada biaya tambahan dan bukan termasuk katagori fasilitas. Apa pun alasannya tidak boleh ada penarikan biaya,” tegas Harsono, Jumat (11/08) di kantornya.

Harsono berjanji segera menindak lanjuti oknum yang dimaksud. “Saya berterima kasih atas laporan ini,” ucap Harsono. RSUD dr. Soetomo adalah layanan publik rujukan nasional. “RSUD dr. Soetomo saat ini tersedia 1500 bed dan 7000 pegawai,” pungkas Harsono. (dwi)

Sebelumnya Calon Kades Samere di Hajar Pakai Pisau Dapur.
Selanjutnya Pengedar Narkoba di Depan Tunjungan Plaza Surabaya, di Ciduk Polisi.