Kapolres Pasuruan Dialog Dengan Sarbumusi.

Kapolres Pasuruan Dialog Dengan Sarbumusi.

Laporan Iwan Dayat.

Pasuruan Suara-Publik.com Bertempat di Rm. Gempol Asri di Jalan Raya Penderejo Desa Legok Kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan berlangsung kegiatan Silaturahmi dan Audensi antara pihak Kepolisian Resort Pasuruan dengan pihak Buruh yang tergabung dalam Serikat Sarbumusi Kabupaten Pasuruan

Dialog kali ini Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosino S.i.k didampingi Kapolsek Gempol Kompol I Nengah Darsana S.H., serta pejabat utama Polres Pasuruan bersama 30 orang undangan yang ikut hadir.

Kapolres Pasuruan menyampaikan banyak terima kasih kepada buruh yang ikut hadir dalam kegiatan ini. " kita tetep terbuka kepada masyarakat karena kita di gaji oleh masyarakat, Terima kasih kepada buruh yang berkontribusi hingga tercipta situasi yang Kondusif, sebab ketika kami melakukan Penyidikan kami di awasi oleh institusi kami, saya menyayangkan jika ada anggota kami tidak Profesional dalam menjalankan tugas, tolong tetap jaga situasi Kamtibmas yang Kondusif, dan apabila kita ada masalah kita harus terbuka, silahkan catat nomor hp saya sehingga kita dapat berkomunikasi dengan baik, Tukas AKBP Raydian yang pernah menjabat kapolres Lumajang.

“Kami hanya bisa menjembatani, dan kami tidak bisa melangkah maju karena ada Kode Etik yang mengatur tentang hal itu, visi kami adalah membantu menyelesaikan permasalahan bapak dan ibu,” ungkap Kapolres Pasuruan. Setelah penjelasan Bpk. Kapolres dilanjut dengan sambutan Ayi Suhaya (pengurus Sarbumusi), menyampaikan antara lain penjelasan kronologis permasalahan Buruh Sarbumusi masih dalam proses Penyidikan, penjelasan Birokrasi di Pemerintah yang kurang memihak buruh, kita semua ingin rembukan dengan Penyidik Polres, untuk membahas penyelesaian masalah, kita mengemis karena untuk menyambung hidup, kami minta tolong agar masalah ini terselesaikan.

Sambutan berikutnya dari Bpk. Suryono Pane (ketua Sarbumusi), kita minta maaf jika ada tingkah laku kami yang kurang berkenan di hadapan rekan – rekan semua, semua permasalahan Buruh dari dulu tidak pernah selesai di Disnaker, tapi selalu selesai di pihak Kepolisian.

Penyampaian ini juga dari beberapa permasalahan perusahaan. (PT. Rending Plastik, PT. TAB, PT. Halim Jaya Sakti, PT. Sudali, PT. Algalindo ). Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh masing – masing perusaahan yaitu : 1. Perwakilan (PT. TAP) menyampaikan bahwa kami tidak di bayar sesuai UMK, masuk kerja tidak boleh, dan hanya di beri pesangon 2 juta. 2. Safikyah (PT. TAP) menyampaikan sudah sampai mana penyidikannya, surat dari Disnaker informasi sudah ada kok penyidikannya masih belom jelas. 3. Sdr. Toni (PT. Soedali) menyampaikan kami selama ini sudah tidak komunikasi dengan penyidik, kami sudah ada penawaran dari perusahaan. 4. Sdr. Yatmoko (PT. Halim Jaya Sakti) menyampaikan kami sudah melapor sesuai Hukum, jika memang perusahaan ada kesalahan maka segera ditegakan Hukum, kami hanya minta hak normatif kami, rekan kami yang cacat kecelakaan kerja tidak ada ganti rugi dan bagi yang mendzoholimi kami, kami doakan susah seumur hidup.

5. Sdr. Rudi (Ketua PUK PT. Algalindo) menyampaikan kami dilaporkan perusahaan dan di jadikan tersangka dan sudah sidang di Pengadilan Negeri Bangil, dan ada Interfensi kepada kami. Kapolres menjawab pertanyaan dari masing -  masing  perusahaan : 1. Kami di awasi dalam proses penyidikan. 2. Kami paling tidak suka, ada oknum anggota kami yang menyalahi aturan dan nanti ada Propam yang menangani hal tersebut. 3. Kami ada gelar perkara dalam penanganan hukum. 4. Hukum harus tegak lurus. Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan diakhiri acara dengan berdoa bersama.

Sebelumnya Lapas Bondowoso Amankan 2 Warga Binaan Pemilik Pil Koplo
Selanjutnya Sistem Keanggotaan BPJS Rugikan Warga, 1 KK Wajib Ikut Semua.