Kasus Dugaan Penganiayaan Saksi Paslon Sabar, Dilimpahkan ke Polres Bondowoso.
Foto: H. Kusnadi bersama tim kuasa hukumnya saat di kantor Panwaskab Bondowoso.

Kasus Dugaan Penganiayaan Saksi Paslon Sabar, Dilimpahkan ke Polres Bondowoso.

Laporan : Mahfud Susyanto

BONDOWOSO, suara-publik.com – Kepala Desa Ramban Wetan Kecamatan Cremee, Sudarto, dilaporkan ke Panwas Kecamatan dan Polsek setempat. Karena diduga melakukan penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap korban yang bernama Kusnadi pada saat Pilkada Serentak 2018 yang berlangsung 27 Juni kemarin.

Korban yang merupakan saksi pasangan Cabub dan Cawabup, Sabar tersebut didampingi tim Divisi Hukum KH. Salwa Arifin – Irwan Bachtiar mendatangi Kantor Panwas Kabupaten untuk meminta tindak lanjut terhadap laporan yang telah dilakukan.

“Kami datang kesini untuk memastikan. Apakah tindakan Kepala Desa itu juga masuk dalam tindak pidana Pemilu. Meskipun, disatu sisi kami juga melaporkan kejadian ke Polsek setempat,” kata Husnus Sidqi, selaku Divisi Hukum pemenangan SaBar saat di Kantor Panwas Kabupaten, Jumat (6/7).

Husnus menyatakan, dari hasil Klarifikasi yang disampaikan oleh pihak Panwaskab, bahwa kejadian itu sangat sulit masuk dalam tindak pidana Pemilu. Jika diteruskan tidak akan berjalan sesuai dengan harapan. Namun, ia tetap mengawal proses yang berjalan di Polsek.

“Kami masih berfikir untuk melanjutkan laporan ke Panwaskab ini. Lebih baik Kami akan fokus pada pelaporan di Polsek saja,” ujar Husnus.

Kejadian tersebut berawal saat H. Kusnadi, yang saat itu bertugas sebagai saksi Sabar di TPS 7 Desa Ramban Wetan, sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu proses pencoblosan berlangsung.

H. Kusnadi mengaku dicekik oleh Sudarto, karena waktu itu menghampiri salah satu pemilih yang kurang paham proses pencoblosan. “Saat melihat pemilih yang kurang paham, saya menghampiri. Kemudian, Kepala Desa itu masuk kedalam TPS. langsung mencekik leher saya dan mendorong,” terang H. Kusnadi.

Saat itu sempat terjadi cekcok antara H. Kusnadi dengan Kepala Desa itu. Menurutnya, Kades Sudarto tidak menggubris. Meskipun H. Kusnadi memperlihatkan mandat sebagai saksi pasangan calon Sabar.

“Saya sudah bilang jika memiliki mandat sebagai saksi. Namun, kepala Desa langsung mendorong dan mencekik saya di depan Umum. Malah, dia sempat mau memukul saya.” kata H. Kusnadi.

Sementara itu, Kades Ramban Wetan Sudarto, saat di konfrmasi lewat whatsapp membenarkan terkait pelaporan H. Kusnadi. Menurutnya, sampai saat ini 06/07/18, masih belum mendapatkan surat panggilan apa apa.

"Hari senen depan 09/07/18 akan sidang, tapi sidang di mana saya masih belum jelas," terangnya.

Tempat terpisah Bambang Mujiono, politisi PDIP Kabupaten Bondowoso, mendesak pihak-pihak terkait untuk menindak lanjuti pelaporan rekannya yang di duga di aniaya kades Ramban Wetan.

Namun, menurut penjelasan dari pihak kepolisian, masih dalam proses gelar perkara. "Informasi ini langsung dari Kapolsek Cermee via telepon bahwa perkara ini sudah di limpahkan ke polres Bondowoso,"kata Bambang.

Bambang berharap, pihak penegak hukum segera memproses kasus ini seadil-adilnya pada perkara yang menimpa rekannya, agar tidak terjadi lagi kewenangan-wenangan dari kepala desa kepada rakyatnya.

"Saya minta kepada aparat penegak hukum agar bertindak tegas terhadap pelakunya, agar memberikan efek jera kepada kades yang arogan,"tandasnya.

Pantauan suara-publik.com informasi yang berkembang Laporan dari H. Kusnadi atas tindakan Kepala Desa Ramban wetan sudah masuk ke tingkat penyidikan. Namun, belum ditetapkan ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya HUT Bhayangkara ke 72, Polda Jatim Gelar Jalan Sehat dan Sepak Bola Bersarung
Selanjutnya Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Nobar Piala Dunia Dengan Warga Asemrowo.