Kasus Korupsi Pembangunan Pasar Modern Rugikan Negara Rp.4.173.459.783,40, Polda Kepri Tetapkan 9 Tersangka.
Foto: Polda Kepri Rilis 9 Tersangka Korupsi Pembangunan Pasar Modern

Kasus Korupsi Pembangunan Pasar Modern Rugikan Negara Rp.4.173.459.783,40, Polda Kepri Tetapkan 9 Tersangka.

100%Laporan: Aryuwanda.

Prov.Kepri.Suara-Publik - Polda Kepri Menggelar Konferensi Pers terkait Tindak Pidana Korupsi Pada Kegiatan Pekerjaan Pembangunan Pasar Modern (1 Paket), Antara Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Natuna Dengan PT. Mangkubuana Hutama Jaya, yang menggunakan dana APBD Kabupaten Natuna TA. 2014 Dan 2015, di Pendopo Polda Kepri, Kamis, 22 November 2018, Pukul 12.30 wib.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, menjelaskan kronologis kejadian, pada hari kamis tanggal 24 september 2014 ditandatangani surat perjanjian kerja konstruksi (Kontrak Induk) untuk melaksanakan pembangunan Pasar Modern (1 paket) nomor : 644/pu-ck/ktr-induk/fisik/165/ix/2014;.

“Antara Tersangka Inisial M selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Natuna bertindak untuk dan atas nama SKPD Dinas PU Kab. Natuna berdasarkan SK Bupati no. 48 tahun 2014 dan Tersangka Inisial MA selaku direktur utama bertindak untuk dan atas nama PT. Mangkubuana Hutama Jaya,” Papar Erlangga.

Lanjut Erlangga, total harga kontrak atau nilai kontrak induk adalah sebesar Rp. 36.688.120.000,-. (Tiga Puluh Enam Milyar Enam Ratus Delapan Puluh Delapan Juta Seratus Dua Puluh Ribu Rupiah) kontrak mulai berlaku sejak tanggal 4 september 2014 sampai dengan tanggal 25 desember 2015.

“Kegiatan pekerjaan kontruksi pembangunan pasar modern (1 paket) tersebut mulai dari pelaksanaan sampai dengan pembayaran bertentangan dengan peraturan presiden republik indonesia nomor 70 tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah,” ungkapnya.

Adapun tersangka dalam Kasus Korupsi tersebut adalah : 1.Inisial M 2.Inisial MA 3.Inisial MBI 4.Inisial LH 5.Inisial ZH. 6.Inisial DAP 7.Inisial DS 8.Inisial S 9.Inisial NST.

“Akibat dari perbuatan para tersangka itu, Negara telah dirugikan sebesar Rp. 4.173.459.783,40 (empat miliar seratus tujuh puluh tiga juta empat ratus lima puluh sembilan ribu tujuh ratus delapan puluh tiga ribu empat puluh rupiah),” jelasnya.

Tersangka korupsi tersebut melanggar UU RI, Pasal 2 ayat (1), pasal 3, pasal 55 KUHP Undang-undang Republik Indonesia no. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia no. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Dalam Proses penyidikan dinyatakan lengkap (P.21) dan pada hari Jumat, 23 November 2018 direncanakan untuk Tahap II, penyerahan Tersangka dan Barang bukti,” tutup Erlangga.

Dalam acara Konferensi Pers tersebut dihadiri oleh : 1. Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga. 2. Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Rustam Mansur, SIK. 3. Kasubbid Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri. 4. Para awak media (Hum.Pol.Kepri.Ary)

Sebelumnya Gelapkan Uang Perusahaan, 3 Terdakwa Menangis Saat di Vonis.
Selanjutnya Menelisik Pemerintahan Situbondo, Begini Sudut Pandang Nasim Khan.