Kasus meninggalnya Bocah SD di Taman, Pihak DKP Terkesan Selintutan.

Kasus meninggalnya Bocah SD di Taman, Pihak DKP Terkesan Selintutan.

Surabaya, Suara-Publik. Lagi lagi citra buruk pelayanan terhadap media dan LSM dilakukan oleh Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Kota Surabaya (DKP).  Dinas tersebut diduga alergi terhadap media dan Lsm yang mau mencari informasi terkait meninggalnya seorang bocah SD akibat tersengat listrik di Taman Kalongan yang sudah menjadi tanggung jawab pihak DKP Surabaya.

Kasus meninggalnya bocah SD di taman Kalongan, hingga kini pihak DKP terkesan main petak umpet. Kalau merasa tidak bersalah apa susahnya menemui LSM maupun awak media.

Seperti yang tampak hari ini tadi(10/08/17), saat wartawan media ini yang mau mengkonfirmasi terkait permasalahan tersebut dengan di dampingi Sekjend Lsm GARAD Agus P atau yang akrab dipanggil Tiger tampak emosi, karena tidak ditemui oleh pihak Kadis DKP Chalid Bukhari.

"Dari Linmas tadi saya disuruh nunggu katanya Kadisnya masih Sholat, sudah hampir dua jam saya tunggu, lah ini didatangi stafnya katanya Kadisnya rapat, apa seperti ini ya perlakuan pejabat publik di Surabaya ini",ujar Tiger dengan nada emosi.

"Dua jam menunggu, padahal tadi saya lihat banyak yang datang sebelum saya bisa keluar masuk ruangan, apa ini juga yang namanya budaya antri seperti yang tertulis disamping pintu",imbuh Tiger lagi yang sambil nunjuk tulisan budayakan antri Sementara itu.

Dari pihak DKP yang menemui dilobi bernama Deni mengaku diutus oleh atasannya untuk menemui pihak LSM dan Media, jadi begini ya mas, pak Kadis nya sedang rapat jadi tidak bisa menemui, saya disuruh pak Ipung selaku Kabid RTH untuk menyampaikan kepada njenengan" ujar Deni dengan nada kalem.

Karena merasa kecewa atas perlakuan pihak DKP, pihak LSM dan Media meninggalkan kantor tersebut, namun ditemukan pekerja yang membuat kompos tanpa dibekali perlengkapan kerja saat melewati pintu belakang kantor DKP Surabaya.

sungguh ironis,bpekerja yang membuat kompos di DKP ini,bmereka tanpa dibekali, helm, masker atau pun sepatu yang seharusnya untuk menjaga keselamatan para pekerja tersebut",ujar Tiger yang tampak geram dengan perlakuan pihak DKP Surabaya(Ach) 

Sebelumnya Dua Paranormal Gadungan di Bekuk Polsek Wonokromo.
Selanjutnya Urkes Polwan Malang Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis.