Kerap Terjadi Pelanggaran Pilkada, Panwaskab Bondowoso Tutup Mata.
Foto: Kyai Haji M. Hasan Abdul Muis Ketua Tim Pemenangan Paslon Sabar.

Kerap Terjadi Pelanggaran Pilkada, Panwaskab Bondowoso Tutup Mata.

Dilaporkan Oleh : Mahfud Susyanto

BONDOWOSO, suara-publik.com - Banyaknya temuan yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga melakukan mobilisasi untuk mendukung salah satu Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, membuat Tim Paslon Bupati dan Wakil Bupati, KH Salwa Arifin dan H.Irwan Bachtiar (Sabar) menyurati Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten. 

Surat perihal Konfirmasi dan Klarifikasi yang ditandatangani oleh Ketua Tim Pemenangan paslon Sabar, KH M.Hasan Abdul Mu’iz itu, merujuk kepada UU nomor 7 tahun 2017, tentang tugas, wewenang dan kewajiban Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, dan tentang tugas, wewenang dan kewajiban Panwaslu kabupaten/kota, yang berpedoman pada ketentuan Pasal 77, ayat (1), dan (2).

Kemudian pasal 78 UU nomor 15 tahun 2011, tentang penyelenggaraan pemilihan umum. Menurut KH M.Hasan Abdul Mu’iz, selama ini Tim Pemenangan Paslon Sabar, selalu memantau dan menganalisa terkait proses pelaksanaan tahapan pilkada di Kabupaten Bondowoso, terutama penyelenggaraan kampanye.

“Kita melihat Panwas Kabupaten, Panwas Kecamatan dan Pengawas di Tingkat Desa, terkesan membiarkan adanya dugaan pelanggaraan yang dilakukan oleh paslon lain. Bahkan, tutup mata,”kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Maliki, Koncer ini. 

Kyai muda yang akrab disapa Abuya ini mengemukakan, selama ini pula pengawas pemilu kurang pro aktif dalam pengawasan terhadap adanya dugaan terjadinya penyalahgunaan kampanye terselubung oleh salah satu paslon. Sehingga Panwas Pemilu Bondowoso, dianggap tidak punya nyali alias banci karena tidak bisa untuk bertindak terhadap pelanggaran yang kerap terjadi.

“Kami minta kepada Panwas Pemilu untuk pro aktif melakukan pencegahan dan tindakan dugaan kampanye terselubung, agar pilkada di Bondowoso damai dan aman,”ujar Abuya.

Selain itu, dugaan pelanggaran pilkada yang memobilisasi ASN hingga ke aparat pemerintahan desa untuk mendukung salah satu paslon. Sehingga, dengan kejadian itu akan berpotensi kecurangan pada pilkada di Bondowoso, yang membuat pelaksanaan pilkada tidak demokrasi lagi.

“Maka dari itu, kami berharap kepada Panwas Pemilu di Bondowoso untuk duduk bersama membahas dan mengklarifikasi terhadap laporan-laporan kami dari Tim Pemenangan Sabar,”ucpapnya. (*)

Sebelumnya Diskoperindag Bondowoso Mantabkan UMKM Dengan Diklat.
Selanjutnya Gedung DPRD Kota Surabaya Mati Lampu di Siang Hari, Ada Apa Ini?