Ketua LSM Berdikari Laporkan Dugaan Korupsi, Hibah Instalasi Listrik.
Foto: Hery Masduki Ketua LSM Berdikari.

Ketua LSM Berdikari Laporkan Dugaan Korupsi, Hibah Instalasi Listrik.

Laporan : M Susyanto.

BONDOWOSO, (suara-publik.com) – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Berdikari Bondowoso, memenuhi panggilan penyidik Polres Bondowoso. Dia di dampingi sekretarisnya saat tiba di Mako Polres Bondowoso langsung menuju ruangan unit 3 Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Panggilan Polres yang dilayangkan kepada dirinya, untuk dimintai keterangan atas laporan tentang dugaan tindak pidana korupsi hibah bantuan Sambungan Listrik Rumah atau Instalasi Rumah (SR-IR) di desa Gubrih Kecamatan Wringin tahun 2018.

"Bantuan hibah SRIR itu yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2018, untuk masyarakat yang belum mempunyai listrik,"kata Hery Masduki. Rabu, (15/5/2019).

Menurutnya, ia memenuhi panggilan ini untuk dimintai keterangan terkait Dugaan tindak pidana korupsi yang dilaporkan pada tanggal 9 April kemarin. "Dan hari ini saya sudah memberikan keterangan kepada penyidik tipikor, atas dugaan korupsi oleh OMS dan Kades,"tegasnya.

Menurut Hery, dari hasil investigasi yang dilakukan oleh tim di lapangan, pihaknya menemukan adanya indikasi penyalahgunaan wewenang yang seharusnya bantuan tersebut diberikan kepada penerima bantuan sesuai nama yang diusulkan.

Dari hasil temuan tersebut, pihaknya telah mengantongi beberapa bukti tentang indikasi korupsi di lapangan, sehingga Ketua Lsm Berdikari tergerak hatinya untuk melaporkan ke Polres Bondowoso.

“Setelah kami lakukan investigasi, ada 5 nama penerima yang tercantum, tidak mendapatkan bantuan sesuai dengan data penerima,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Hery menerangkan bahwa terdapat 50 penerima bantuan instalasi listrik di Desa Gubrih Kecamatan Wringin pada tahun 2018, yang diperoleh dari Bagian Perekonomian Pemerintahan Kabupaten Bondowoso.

"Kita sangat berharap kepada Aparat Penegak Hukum wilayah Bondowoso khususnya Tipikor untuk segera menindak lanjuti dan memanggil semua pihak yang terlibat dalam program tersebut,"pungkasnya.

Sebelumnya Terlibat Peredaran Narkoba, Arek Sememi Baru di Tuntut 9 Tahun.
Selanjutnya Sinung Sudrajat Sesali, Situs Megalitikum Yang di Gusur.