KH. Salwa Arifin, Sosok Pemimpin Yang Sederhana Dambaan Umat
KH. Salwa Arifin Memberikan Kajuan Kitab Kuning Pada Santrinya.

KH. Salwa Arifin, Sosok Pemimpin Yang Sederhana Dambaan Umat

 Dilaporkan oleh : Mahfud Susyanto

BONDOWOSO,(Suara Publik) - Bakal Calon Bupati (Bacabup) Bondowoso, KH Salwa Arifin, sebelumnya sama sekali tidak berkeinginan untuk maju, karena selain usianya yag tidak muda lagi, ia lebih memilih untuk ngurusi pesantren.

Namun, keinginan tersebut batal dilakukan, karena sejumlah kyai dan masayikh memintanya untuk memimpin Bondowoso menggantikan Amin Said Husni periode 2018 - 2023.

Meski ia sibuk sebagai Wakil Bupati, ia juga tidak merasa terganggu dengan profesinya sebagai kiyai. Bahkan, termasuk urusan keluarga, tetap terjalin dengan baik dan tidak mengganggu aktifitas di pemerintahan.

Sementara orang yang berada di balik keputusan itu mengatakan bahwa komunikasi yang berlangsung lama, hingga akhirnya sejumlah kiyai memutuskan untuk memberangkatkan kiyai Salwa Arifin.

Tidak hanya komunikasi politik yang berjalan intensif disertai Salat Istikharah para kyai, akhirnya memunculkan nama H.Irwan Bachtiar Rahmat, sebagai pendampingnya sebagai bakal calon Wakil Bupati.

KH Salwa Arifin, disela-sela kesibukannya sebagai pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum, mengungkapkan, keputusan untuk maju di pilkada ini, tidak terlepas dari dukungan para Ulama NU di Bondowoso, terlebih setelah Pengasuh Pondok Pesantresn (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Asembagus Situbondo, KH Azaim Ibrahimmy merestui sebagai untuk maju sebagai bakal calon Bupati Bondowoso.

“Karena atas dukungan dari para masayikh dan Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah, maka saya tidak bisa menolak, dan saya harus maju,”kata WakilBupati Bondowoso ini.

Selain itu, banyaknya permintaan masyarakat Bondowoso yang menginginkan dirinya untuk berpasangan dengan H Irwan Bachtiar Rahmat. Hal itu dilakukan untuk menciptakan suasana pilkada yang berbeda. Mengingat, sejauh ini belum ada pasangan calon yang bisa menandingi lawan politiknya.

“Mudah-mudahan pada pemilihan nanti, para masayikh, tokoh agama, tokoh masyarakat dan mesin partai baik dari PPP, PDI Perjuangan dan seluruh partai pendukung lainnya untuk berjuang memenangkan saya dan H.Irwan, Insya Allah,”harapnya.

Ketika ditanya program-programnya jika ia terpilih menjadi Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin, hanya menginginkan pemerintahan yang bersih, meningkatkan kinerja yang lebih baik untuk rakyat dan meningkatkan perekonomian yang mapan.

“Tugas dan kewajiban sebagai pemimpin hanya satu yakni, tidak korup, bertanggung jawab dan selalu mementingkan kepentingan rakyat, dan mendorong peningkatan infrastruktur, memprioritaskan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, perkebunan, dan pariwisata,”tegasnya.

Selama menjadi Wakil Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin adalah sosok pemimpin yang sangat sederhana. Bahkan, ketika mendaftarkan kekayaannya ke KPK, pihak KPK sempat tidak percaya, karena kekayaan yang dimiliki seorang pejabat negara tidak lebih dari 700 juta.

Namun, setelah mengetahui keberadaan yang sesungguhnya, akhirnya pihak KPK percaya, bahwa sebelum menjabat sebagai wakil Bupati Bondowoso, empat tahun yang lalu, kekayaan KH Salwa Arifin sebesar 660 juta. Sehingga bertambah menjadi 700 juta.

“Tujuan saya menjadi wakil Bupati saat itu, bukan untuk mencari kekayaan, tapi melaksanakan amanah, saya hanya ingin masyarakat yang sejahtera. Makanya, saya sudah terbiasa hidup apa adanya, dan menjadi wakil Bupati atau Bupati bukan mencari kemewahan, dan itu pantangan bagi saya dan keluarga,”imbuhnya. (*)

Sebelumnya Ketahuan Bawa Sabu, Tukang Becak Bercucu 3 di Ringkus.
Selanjutnya Selama Jadi Wabub, Harta KH. Salwa Arifin Hanya Bertambah Rp.40 Juta.