Korban Penganiayaan Oknum Anggota DPRD, Minta Kejaksaan Segera Esksekusi Terpidana
Foto : Wasil alias Hamid.

Korban Penganiayaan Oknum Anggota DPRD, Minta Kejaksaan Segera Esksekusi Terpidana

Dilaporkan Oleh : Hery Masduki

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Dikarenakan Jaksa Agung nya dari salah satu Partai Politik, mucul rumor Kejaksaan kurang greget bila menghadapi kasus yang melibatkan oknum Partai Nasdem. Maju kena Mundur pun kena, itulah nasib para Jaksa di daerah. Sehingga kesan tebang pilih nampak terlihat oleh khalayak umum bila menghadapi kasus yang melibatkan angota Dewan dari Partai asal Jaksa Agung H.M. Prasetyo.

Wasil alias Hamid, korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Bondowoso, Nawari Harry Susanto, hingga saat ini terus menunggu tindakan Kejaksaan Negeri Bondowoso untuk melakukan eksekusi terhadap terdakwa.
    
Sebab, kasus tersebut sudah inkrah dan mempunyai ketetapan hukum, karena sudah ada putusan dari Pengadilan tingkat pertama, Pengadilan Tinggi hingga kasasi ke Mahkamah Agung, bahwa Nawari Harry Susanto divonis 5 bulan penjara.
    
“Saya hanya minta keadilan, karena saya korban akibat kekerasan hingga kepala saya terluka,”kata Wasil kepada sejumlah wartawan dirumahnya, Kamis,(20/7/2017).
    
Menurutnya, vonis 5 bulan tersebut sangat ringan, tidak berbanding dengan luka di kepalanya. Namun, karena putusan kasasi sudah turun, ia minta kepada Kejaksaan Negeri Bondowoso untuk segera melakukan eksekusi.
    
“Saya berharap kepada Kejaksaan agar adil, jangan melihat terdakwa itu anggota DPRD. Katanya kalau dihadapan hukum tidak ada perbedaan, tapi buktinya hingga sekarang belum dilakukan penahanan,”tegasnya.
    
Dijelaskan, pada tahun 2015 lalu ada orang korban penganiayaan yang Abdul Hamid, alias Pak Wasil, (37), warga RT.19/09, Abdul Hamid alias Pak Ruki, (43) RT.11/04 dan Abdullah, (55) RT.02/01 Desa Sukokerto Kecamatan Pujer.
“Kami bertiga harus terbaring di Puskesmas, setelah dianiaya oleh terdakwa,”tuturnya.

Saat itu, Wasil alias Hamid mengalami luka robek dibagian kepala, panjang luka 3 cm, lebar 0,5 cm dan dalam 0,5 cm, akibat benda tumpul yang mengenahi kepalanya. Selain itu mengalami luka lecet dan bengkak pada dahi kiri atas alis panjang 1 cm dan lebar 1 cm, lengan kanan luka lecet, panjang 6 cm dan lebar o,5 cm dan luka gores pada jari telunjuk kiri akibat pisau.

Sedangkan Abdul Hamid alias Pak Ruki, mengalami lebam pada pipi kanan akibat bogem oleh pelaku, sedangkan Abdullah, mengalami bengkak di kepala kiri lebar  5 cm, panjang 3 cm akibat benturan benda tumpul, luka gores pisau di telapak tangan kanan masing-masing panjang 1,5 cm lebar 0,5 cm dan luka gores jari kelingking kaki kanan panjang 1 cm, lebar 0,5 cm.

Kejadian tersebut terjadi di rumah kepala dusun Pelalangan, Pak Sup, pada saat itu korban sedang bertamu, namun tiba-tiba pelaku datang dan tanpa babibu langsung mengahajar korban, hingga akhirnya korban tersungkur bersimbah darah.
            
“Selang beberapa saat kemudian pak Nawari datang, dan Abdullah berencana mau menyalami pak Nawari, namun malah mendapat perlakuan yang sama, sehingga sehingga kepalanya luka dan berdarah,”imbuhnya.(her)

Sebelumnya 3 Kali Mangkir Dari Panggilan Kajaksaan, Oknum Anggota DPRD Segera Ditangkap
Selanjutnya 25 Teraphis di Garuk, 18 Diantaranya Dari Eight SPA H.R. Muhamad.