KPK Berani Ungkap Mafia Tanah di Bondowoso, Masyarakat Akan Sujud Syukur.
Foto: Ilustrasi

KPK Berani Ungkap Mafia Tanah di Bondowoso, Masyarakat Akan Sujud Syukur.

Laporan : M.Susyanto BONDOWOSO, suara-publik.com – beberapa hari terakhir ini masyarakat Bondowoso dihebohkan adanya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memanggil para pejabat pemkab Bondowoso.

Meski Kapolres Bondowoso, AKBP Taufik Herdiansyah Zaenardi, telah memberikan peryataan resmi disalah satu media online, (petisi.co) mengaku tidak tahu menahu jika ada penyidik anti rasuah datang ke Bondowoso. Kendanti demikian, masyarakat terus mencari tahu kebenaran informasi tersebut. Sebab, adanya KPK belusukan ke Bondowoso merupakan hal yang aneh, apalagi selama ini pejabat Pemkab di Bondowoso dikenal sakti mandraguna, sehingga tidak bisa disentuh hukum.

Meski kasusnya sudah dilaporkan ke pihak berwajib, baik Kepolisian, Kejaksaan dan KPK selalu kandas ditengah jalan. “Saya sangat bersyukur jika ada pejabat Pemkab Bondowoso ditangani KPK, kemudian menjadi tersangka, berarti KPK mulai sadar bahwa di Bondowoso banyak dugaan korupsi yang harus diungkap,” kata Rudi Pramono.

Namun, Rudi sangat pesimis, jika KPK mampu menggulung pejabat Pemkab Bondowoso yang melakukan korupsi. Sebab, selama ini para penegak hukum tidak punya keberanian untuk melakukan dan bertindak sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

“Tapi, jika kemudian kasus dugaan pelepasan tanah Negara berhasil, diungkap siapa dalang dibalik ini, tentu saya sebagai masyarakat kecil akan melakukan sujud syukur,”imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, berkembang informasi ada sejumlah pegawai Pemkab Bondowoso yang dipanggil KPK hari Senin (14/5/2018) mendatang. Diduga, pemanggilan itu terkait pelepasan tanah Negara.

Namun, belum diketahui nama-nama PNS yang segera berangkat ke gedung Merah Putih itu. Sementara itu, sejumlah camat mulai ketar-ketir, setelah mendengar kabar kasus dugaan pelepasan tanah Negara segera diusut oleh KPK.

Sedangkan Kecamatan yang banyak tanah Negara yang dikelola oleh masyarakat diantaranya, Kecamatan Tegal Ampel, Taman Krocok, Prajekan, Klabang, Botolinggo, dan Cermee.

Sebelumnya Dibanding Tahun 2017, Tilangan Ops Patuh 2018 Polres Pasuruan Meningkat 115,30
Selanjutnya Presiden Jokowi Kunjungi Pasuruan.