KPK OTT HAKIM DAN PANITERA PN. SURABAYA, BAWAS MA TURUNKAN TIM KE PN. SURABAYA
Foto atas: Aswan Nurcahyo, hakim tinggi pengawas Bawas MA, usai menemui Dr.Joni,SH,MH Ketua PN.Surabaya, Jumat (21/01/2022). Foto bawah : Humas PN Surabaya, Martin Ginting, memberikan keterangan pers, Jumat (21/01/2022).

KPK OTT HAKIM DAN PANITERA PN. SURABAYA, BAWAS MA TURUNKAN TIM KE PN. SURABAYA

Surabaya, suara publik - Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA) menurunkan tim ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Lima orang anggota Bawas menemui ketua PN Surabaya, Djoni. Pertemuan itu ditengarai untuk mengklarifikasi penangkapan hakim Itong Isnaeni Hidayat dan panitera pengganti Moh. Hamdan dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Aswan Nurcahyo, hakim tinggi pengawas Bawas MA tidak menampik saat dikonfirmasi mengenai kunjungannya di PN Surabaya untuk mengklarifikasi OTT KPK. Namun, Aswan yang menjadi ketua tim menjawab diplomatis saat dikonfirmasi apakah kedatangannya salah satu tujuannya untuk memeriksa ketua PN.

"Ya terkait, bapak kepala Bawas menurunkan tim. Ya, pemeriksaan itulah. Pokoknya menyeluruh. Ya sesuai dengan apa yang disampaikan dalam konpres, Bawas akan menurunkan tim. MA meresponlah, intinya," kata Aswan di PN Surabaya, Jumat (21/01/2022).

100%

Sementara itu, Humas PN Surabaya Martin Ginting menjelaskan, kedatangan Bawas MA ke PN Surabaya hanya untuk memberikan penyuluhan kepada para hakim dan keluarga besar pengadilan tersebut. Bukan untuk memeriksa siapapun. "Untuk memberikan treatment bagaimana agar kejadian serupa tidak terulang kembali," ujar Martin.

Mengenai status Itong dan Hamdan, pihak PN Surabaya masih belum membahas pemberian sanksi. Alasannya, perbuatan yang disangkakan penyidik KPK mengenai keduanya yang diduga menerima suap masih belum terbukti benar. Sanksi akan dibahas setelah adanya putusan berkekuatan hukum tetap mengenai perkara tersebut yang menyatakan keduanya terbukti bersalah.

"Tapi, untuk sementara kami nonaktifkan agar berkonsentrasi terhadap perkaranya," katanya.(Sam)

Sebelumnya PESAN BARANG PAKAI NOTA FIKTIF, DIJUAL KE ORANG LAIN, GELAPKAN UANG UD.AJS Rp. 200 JUTA. RUSLAN SUDARSONO DIBUI 1,5 TAHUN
Selanjutnya HAKIM KENA OTT KPK, KUASA TERMOHON AJUKAN PERGANTIAN HAKIM DAN PEMERIKSAAN ULANG PERKARA