Lagi, PPA Polrestabes Surabaya Amankan Layanan 3some Via Medsos.

Lagi, PPA Polrestabes Surabaya Amankan Layanan 3some Via Medsos.

Laporan Tom.

SURABAYA Suara-Publik. Praktik prostitusi online threesome terus menggeliat di grup Facebook. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya kembali membongkar salah satunya. Seorang mucikari bernama Siti Kurnia ditangkap karena menawarkan seorang perempuan.

Siti menjual temannya, AY, di grup Penikmat Lendir Surabaya. Sebelumnya, polisi pernah menangkap pelaku lain yang juga memanfaatkan grup tersebut. "Pelaku menawarkan korban seharga Rp 850 ribu per 2 jam," tutur Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Rabu sore (22/11). Perempuan berusia 27 tahun itu memasukkan foto AY, lantas menuliskan kalimat Open BO layanan threesoeme. Artinya, AY dan Siti siap dibooking lelaki hidung belang.

Siti tinggal menunggu pelanggan dengan mengecek inbox pesannya di FB, lantas diteruskan ke chat WhatsApp. Ada beberapa pelanggan yang sempat bernegosiasi soal harga. Namun, ada pula yang langsung deal dengan harga yang dipatok Siti. Kalau sudah sepakat, mereka akan membuat janji di sebuah hotel.

Jejak Siti sudah terendus polisi. Saat membuat janji dengan tamunya di hotel 88 Jalan Embong Kenongo no.3, polisi diam-diam membuntutinya. Perempuan asal Bulak Setro Surabaya itu pun terlihat mengantar AY. Setelah menerima uang dari kliennya, dan berhubungan badan bertiga, keduanya langsung digerebek dan digelandang ke Mapolrestabes Surabaya. AY ternyata merupakan tetangga Siti. AY berkeluh kesah bahwa dirinya membutuhkan uang.

"Saya ini cuma membantu saja Pak," ucap perempuan yang sudah dikaruniai satu orang anak itu. Berdasar keterangannya kepada penyidik, Siti baru pertama kali menjual AY. Dia mengaku mendapat jatah sekitar Rp 425 ribu. Artinya, hasilnya dibagi rata dengan AY.

Di grup itu sendiri diketahui memang banyak perempuan yang mencari uang dengan cara menjual diri.

Sebelumnya Kapolres Malang: 3 Pilar Tingkat Desa Harus Netral.
Selanjutnya Puncuri HP Gugat Polsek Wiyung, Ini Alasannya.