Langgar Hak Konsumen, Yasepas dan PT. Pegadaian Kapasan Segera Dilaporkan.

Langgar Hak Konsumen, Yasepas dan PT. Pegadaian Kapasan Segera Dilaporkan.

Laporan: Nano.

Surabaya Suara Publik - Seperti yang sudah sering diberitakan Suara Publik.com, terkait adanya korban yang diduga dilanggar hak nya sebagai Konsumen oleh Toko Emas yang merangkap sebagai tempat gadai diketahui bernama YASEPAS(Yayasan Eks Pasukan)area Kapasan dan juga UPC Pegadaian Kapasan Surabaya. 

Konsumen tersebut adalah Ida warga Sidoyoso Surabaya, dalam penuturannya kepada Suara Publik, mengatakan bahwa dirinya didampingi LSM GARAD Indonesia mengadukan masalahnya tersebut ke Reskrimsus Polda Jatim. ",beberapa waktu lalu, saya didampingi pihak LSM GARAD Indonesia mendatangi Reskrimsus Polda Jatim, untuk mengadukan permasalahan saya, yang saat ini masih belum selesai mas",ujar Ida kepada media Suara Publik.

Seperti diketahui, Ida merasa menjadi korban Toko Emas YASEPAS yang merangkap sebagai Pegadaian, awalnya Ida didatangi temannya bernama Surifah yang berniat meminjam uang, namun karena Ida tidak punya,tapi punya gelang emas, lalu ditawarkan ke Surifah supaya digadaikan. Surifah pun meng iyakan, setelah itu mereka bersama sama menggadaikan Gelang Emas tersebut ke Toko Emas yang merangkap sebagai tempat Gadai diketahui bernama YASEPAS(Yayasan Eks Pasukan)di area Kapasan Surabaya atas nama Ida selaku pemilik barang (Emas)tersebut. 

Selang beberapa bulan, karena dalam tempo yang ditentukan Pegadaian habis, namun si Surifah tidak lekas menebus emas yang digadaikan tersebut. Menurut penuturan Ida, karena Surifah merasa seperti keluarga sendiri, dirinya sabar dan tidak mempermasalahkan. 

Suatu ketika, Surifah datang kerumahnya(Ida), saat itu Ida ke kamar mandi, sedang  Surifah dibiarkan sesuka hati di rumah nya karena seperti keluarga sendiri. Namun diketahui bahwa surat pegadaian tersebut hilang, sampai akhirnya Ida menelpon si Surifah, menanyakan keberadaan surat gadai. Tapi dirinya mengakui bahwa mengambil surat tersebut dan berjanji akan menebus barang (emas) yang digadaikan. 

Namun faktanya Ida saat mendatangi pihak Toko Emas YASEPAS belum ada yang melakukan penebusan atau pun membayar bunga, sehingga Ida memberikan warning kepada pihak Toko Emas(YASEPAS)supaya kalau ada siapapun yang mengambil atau membayar bunga atas barang tersebut menghubunginya, karena selain atas nama di Surat Pegadaian,Ida juga selaku pemilik Emas tersebut.

",sudah saya warning, supaya kalau ada yang melakukan penebusan atau mengambil, supaya menghubungi saya, tapi ke esokan saat saya datangi lagi, dari pihak YASEPAS bilang kalau barang saya sudah ditebus, padahal tanpa ada Surat Kuasa dari saya", imbuh Ida kepada Suara Publik. 

Atas permasalahan tersebut,Ida mengadukan kepada pihak LSM GARAD Indonesia untuk meminta bantuan supaya dilakukan mengawal masalah yang menimpanya.

Achmad Garad selaku LSM Pendamping saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya dimintai bantuan supaya dilakukan investigasi", sesuai kronologi yang disampaikan kepada saya, tim saya mengkonfirmasi pihak YASEPAS, ternyata dari pihak YASEPAS mengatakan bahwa walaupun tanpa Surat Kuasa dari pemilik barang, siapa pun bisa mengambil barang asal ada surat gadai resmi dari pihaknya, makanya itu saya langsung berkirim surat ke OJK dan alhamdulillah OJK merespon surat saya dengan cepat, karena saya menduga adanya pelanggaran Undang Undang Perlindungan Konsumen", ujar Achmad Garad melalui nomor Whaatsaap nya.

Ada 4(empat)poin yang disampaikan OJK melalui Surat dengan No:S-388/KR.0421/2018 yang ditujukan kepada Ketua LSM GARAD Indonesia,yakni 1,berdasarkan data base OJK,YASEPAS(Yayasan Eks Pasukan)yang berada di area Kapasan tidak terdaftar dan tidak memiliki ijin usaha dari OJK

2.Prosedur pengambilan barang atau menebus barang jaminan gadai dilakukan sesuai Standar Operating Procedure(SOP) masing masing pelaku usaha gadai.

3.Berdasarkan ketentuan Pasal 2 ayat (1) POJK No 31/POJK.05/2016 tentang usaha Pegadaian disebutkan bahwa "Bentuk Badan Hukum Perusahaan Pegadaian adalah (a) Perseroan Terbatas atau (b) Koperasi

4.Berkaitan dengan barang yang digadaikan di PT Pegadaian,dengan tidak ada nota pembelian nya,kami sarankan agar saudara meminta informasi kepada PT Pegadaian terkait SOP yang mereka miliki Dengan ditanda tangani Kuswandono selaku Deputi Direktur Pengawasan LJK4 dan Perijinan.

",atas jawaban dari OJK tersebut, menguatkan dugaan saya bahwa pihak YASEPAS pelaku usaha Gadai yang diduga abal abal karena tidak mempunyai ijin dan tidak terdaftar di OJK, kalau seperti itu kan bagaimana bisa melindungi Konsumen nya, padahal sudah jelas seharusnya ibu Ida ini dilindungi haknya sesuai Undang Undang no 08 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen", terang Achmad Garad.

Hari Selasa kemarin (25/09/18)saya dampingi korban ke Reskrimsus Polda Jatim untuk melakukan pengaduan,namun dari pihak Reskrimsus supaya kami membuat pengaduan secara tertulis, agar segera dilakukan lidik, ada unsur melanggar UUPK atau tidak, dan itu akan segera saya buatkan, supaya kasus tersebut ada titik temu", tutub Achmad Garad

Sebelumnya Cawapres KH. Makruf Amin, di Sambut TKD Mahfud Arifin dan Ketua Kadin Jatim.
Selanjutnya Viral Kopi Sachet Terbakar, Penjualan 3 Merek Kopi Menurun.