LSM Gabungan Gagal Demo, Ini Tanggapan Berbagai Kalangan.
Foto Atas: Truck sarana angkutan tambang. Bawah: Kapolres Situbondo saat diwawancarai wartawan suara publik.

LSM Gabungan Gagal Demo, Ini Tanggapan Berbagai Kalangan.

Laporan : Edo

Situbondo – Suara Publik.com- Persiapan Demo oleh gabungan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Situbondo tampak memadati ruas jalan Basuki Rahmat Rabu (7/11/2018.) Puluhan masyarakat yang tergabung dengan LSM Situbondo tampak berkumpul untuk melakukan aksi menuntut tambang ilegal.

Para pendemo yang tergabung LSM ini sudah siap-siap menuju Kantor Pemkab Situbondo dan Mapolres Situbondo namun sayang aksi demo tersebut tiba-tiba gagal. Pendemo yang rencana mau berorasi di Polres dan Pemda setempat tapi hanya berorasi di jalan basuki rahmat saja.

100%

Hal inilah menuai kritikan dari sejumlah pihak dan dari kalangan masyarakat Situbondo. Heri Sampurno salah satu Warga desa Wongsirejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo Jatim, menyayangkan gagalnya demo yang akan di lakukan oleh beberapa LSM Situbondo itu. Ia menilai gagalnya demo ini justru menjadi tanda tanya besar.

" Aksi demo yang sudah dipersiapkan berujung kegagalan, kok bisa. Nah, hal ini yang menimbulkan tanda tanya besar, ada apa kok gagal ," ujar Heri, Rabu (7/11).

Selain itu, Kritikan ini tidak hanya datang dari beberapa kalangan di Situbondo namun salah satu LSM yang tergabung di dalam aksi tersebut menyayangkan setelah tahu gagal berdemo. Seperti yang dikatakan David, selaku Korwil Jatim LSM Penjara Indonesia terpaksa mundur, setelah pihaknya tahu ada perubahan Item yang akan di tuangkan melalui Aksi Unjuk Rasa. Ia mengangap tidak sesuai dengan musyawarah atau kesepakatan sebelumnya.

Dimana materi yang akan di jadikan bahan Demo melakukan penekanan atas tindakan kepolisian terhadap tambang ilegal. Namun materi Demo akan menyampaikan hanya aspirasi masyarakat dan para sopir-sopir truk pengangkut material serta paguyuban penambang Situbondo.

Perubahan item dalam rencana ini kata Dafid, terkesan tidak ada penekanan terhadap institusi kepolisian untuk bertindak lebih tegas lagi pada tambang yang masih belum ada kelengkapan ijinnya dan bila masih tidak ada tanggapan serius dari Polres.

"saya sangat menyayangkan Setelah saya tahu kalau ada perubahan materi demo, terpaksa saya tarik mundur anggota saya, karena item tidak sesuai dengan apa yang sebelumnya telah di musyawarahkan bersama" tegasnya.

Terpisah Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono SH. SIK mengatakan, sejumlah LSM gabungan akhirnya tidak melakukan aksi demo di Mapolres Situbondo, namun mereka lngsung menemui Kapolres untuk kordinasi. Kapolres juga mengatakan, jauh hari sebelumnya pihaknya sering menghimbau dari semua bentuk aspirasi dan tuntutan tidak harus dilakukan dengan aksi demo. Namun bisa dilakukan dengan cara Kordinasi, persuasif, untuk menjaga Situbondo tetap aman kondusif.

"Dua hari yang lalu memang ada pemberitahuan adanya aksi demo yang akan di lakukan oleh sejumlah LSM gabungan pada hari ini, gagal karena mereka sudah menemui saya, sehingga dalam pertemuan persuasif kami katakan pada mereka tetap akan memfasiltasi dan melakukan tindakan tegas pada tambang yang tak mengantongi ijin. Dan sudah ada beberapa titik tambang yang berhasil kita tutup. Namun ada juga penambang yang masih belum melengkapi ijinnya., " Kata Kapolres .

Menurutnya, pihaknya menginginkan Situbondo tetap aman bersih dari kegaduhan-kegaduhan. Oleh sebab itu lanjut Kapores, pihaknya akan terus memberikan edukasi serta mengajak kepada seluruh elemen masyarakat dan seluruh LSM di Situbondo menyampaikan aspirasi dengan cara kordinasi dan tidak harus dengan cara berdemo, tutup Awan pada suara publik.

Sebelumnya Aliansi Relawan Jokowi Jatim, Optimis Menangkan Jokowi Makruf Amin di Pilpres 2019
Selanjutnya Kapolres Situbondo, Pimpin Upacara Sertijab Kapolsek Jajaran.