Masuk Karaoke Bawa Sabu, Pasutri Asal Gresik di Ringkus.
Foto: Pasutri diapit petugas di Mapolsek.

Masuk Karaoke Bawa Sabu, Pasutri Asal Gresik di Ringkus.

Laporan: Tom 

SURABAYA, Suara Publik - Pasangan Suami Istri (Pasutri) memang harus kompak dalam segala hal, meski itu melanggar hukum. Saking setianya istri ini, mau saja menuruti sang suami yang mengajaknya menikmati sabu Kunti.

Pasutri itu, Muhamamd Sholeh dan Ria Ayu Lestari warga warga asal Gresik, dibekuk oleh Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal usai membeli narkorika jenis sabu-sabu. Dibekuknya sepasang Pasutri ini berawal dari, Sholeh yang pamit kepada istrinya, Ria hendak membeli narkotika jenis sabu sabu dengan harga Rp.500.000.

Ia pun meminta uangnya kepada istrinya, tapi Ria menyarankan beli saja sabu yang harga Rp.350.000. Kemudian berangkatlah suami istri ini ke tempat karaoke di daerah Kenjeran. Dalam perjalanan keduanya mampir terlebih dahulu ke Jalan Kunti Surabaya dengan tujuan membeli sabu.

"Di Kunti ini, suami istri itu menemui seseorang dengan panggilan Jorek," sebut Kompol Muljono, Kapolsek Sukomanunggal, Kamis (18/4/2019). Setelah mendapat sabu, saat itu Sholeh menggunakannya di tempat Jorek dan sang istri mengetahuinya. Keduanya pun akhirnya berangkat ke tempat karaoke yang ada di wilayah Kenjeran dengan membawa serbuk haram.

"Sisa sabu yang dibelinya di masukan ke dompet istrinya dan ditaruk dalam tas miliknya," tambah Muljono.

Keduanya juga sempat mampir ke Jalan Kebon Dalem menjemput teman pasutri ini, hingga akhirnya dibekuk, Rabu (10/04/2019) sekitar pukul 23.30 WIB di halaman indomart Jalan Kenjeran Surabaya.

Saat itu juga dilakukan penggeledahan dan ditemukan 1 poket sabu, setelah dilakukan penimbangan beratnya 0.6 gram. Keduanya pun akhirnya digelandang petugas dan dibawa ke Mapolsek Sukomanunggal untuk dilakukan penyelidikan lanjutan.

Pasutri ini kini ditahan dan akan dijerat Pasal 114 (1) sub 112 ( 1 ) jo 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.(tom)

Sebelumnya Puluhan Tahanan Polrestabes, Ikut Mencoblos.
Selanjutnya Kanim Tanjung Perak, Deklarasikan Zona Integritas Menju Wilayah Bebas Korupsi.