Memasuki Masa Kampanye, ARJ Jatim Tancap Gas.
Foto: Suasana rapat Aliansi Relawan Jokowi Jatim.

Memasuki Masa Kampanye, ARJ Jatim Tancap Gas.

Laporan Redaksi.

Surabaya Suara Publik.com - Memasuki masa kampanye Pemilihan Presiden 2019(Pilpres) di Indonesia, Aliansi relawan Jokowi Jawa Timur(ARJ Jatim) tancap gas. Seperti yang tampak kemarin(03/01/19)di Posko Tim Kampanye Daerah(TKD) ARJ Jatim menggelar rapat yang dihadiri perwakilan element yang tergabung Dalam pertemuan tersebut.

Terdapat 5(lima) program yang akan digerakkan atau pun program yang sudah berjalan, ada pun program program tersebut antara lain

1.Pembentukan Posko ARJ Jatim diseluruh Pelosok Jawa Timur, serta melakukan program door to door.

2.Jalan Sehat dengan peserta keluarga Partai pendukung Jokowi, keluarga Media serta keluarga organ/element yang tergabung di ARJ Jatim.

3.Rakoorda ARJ Jatim, sebagai bentuk evaluasi kinerja ARJ Jatim.

4.Evaluasi diskusi "Ngopi Politik"ARJ Jatim dalam forum Rabuan.

5. Pembentukan panitia penggalangan dana untuk korban Tsunami Banten dan Lampung.

"materi ini yang dibahas dalam rapat kali ini, kebetulan ada satu program yang sudah dilaksanakan sekalian di evaluasi dan program yang lain akan dilaksanakan setelah rapat hari ini", ujar Achmad Garad dalam membuka rapat tersebut.

Berbagai tanggapan dari peserta rapat terkait peng implementasian program door to door, diantaranya melakukan pemetaan wilayah dan menguasai medan supaya tepat sasaran, melakukan aksi Bakti Sosial pengobatan gratis atau pun donor darah, membagikan stiker serta hasil kerja Jokowi serta pendampingan hukum untuk masyarakat marjinal.

"Kita bisa turun ke pasar pasar, untuk mensosialisasikan kinerja pak Jokowi selama memimpin, juga membagikan stiker, serta memberikan pelatihan enterpreunersip kepada pedagang",ujar Mega dari perwakilan organ GBHN.

"Kita bisa melakukan pendampingan terhadap kaum menengah kebawah, yang biasanya terdapat masalah terkait identitasnya, dan kalau bisa program door to door ini lebih ditekankan",ujar Eunike dari organ Bela Jokowi.

"Door to door ini complicated, tinggal pelaksanaanya, ibarat nya kita ini adalah senapan juga butuh peluru untuk menembak, itu juga perlu dipikirkan",ujar Ketua SWS yang diakrab dipanggil cak Du.

Berbagai reaksi mengenai program door to door,hal tersebut terlihat jelas pada acara rapat ",saya akan segera mendata Organ/Element diseluruh Jawa Timur yang ingin mendirikan posko, fungsinya sebagai lumbung informasi, seperti yang disampaikan dari Garda Jatim tadi yaitu penguasaan medan supaya tepat sasaran. Saran dari kawan kawan tadi sangat bagus itupun bisa dilaksanakan di wilayah wilayah yang terdapat Posko ARJ Jatim",ujar Achmad Garad dalam menotulensi rapat ARJ Jatim.

Sebelumnya Jokowi Bagikan 2500 Sertivikat Tanah Warga di Blitar.
Selanjutnya Mantan Kadis Pengairan Bondowoso, Peduli Akses Jalan Warga Bangun Jembatan.