Mengaku Sebagai Kapolres KP3 dan Ajudannya, Komplotan ini Dibekuk.
Foto: Kapolres KP3 Antonius Agus Rahmanto saat memberikan keterangan Pers.

Mengaku Sebagai Kapolres KP3 dan Ajudannya, Komplotan ini Dibekuk.

Laporan: Tom.

SURABAYA Suara-publik.com - Unit Khusus Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya  berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku penipuan yang mencatut nama Kapolres Pekabuhan Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto.

"Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, "4 pelaku kami tangkap di beberapa kota. Saat ini sudah berada di Mapolres. Agus menyebut, 4 pelaku diamankan dari beberapa kota di pulau jawa maupun luar jawa. Sayang, Agus belum bersedia membeberkan identitas para pelaku.

"Keempatnya masih kami periksa. Untuk detailnya, akan kami beberkan Senin (7/5/2018) besok," kata Antonius Agus Rahmanto, Minggu (6/5/2018). "Diketahui sebelumnya, untuk memburu komplotan penipu yang mencatut nama AKBP Agustinus Agus Rahmanto. Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengirimkan tim yang dipimpin Ipda Tio Tondy. 

Mereka menuju 4 kota yang disinyalir menjadi tempat pelarian para pelaku. Diantaranya Jakarta, Cianjur, Kendari dan Makassar. 

Ipda Tio Tondy membawa 5 personil dalam pengejaran tersebut. Pengejaran itu dilakukan menyusul laporan sejumlah korban yang mengaku ditelepon seseorang yang mengaku sebagai AKBP Antonius Agus Rahmanto dan ajudannya. 

Dari informasi yang dihimpun, dedikitnya ada 8 korban yang melapor telah ditipu Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak palsu tersebut. Dua dari Surabaya, sisanya luar kota. 

Kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah. Dalam aksinya, para pelaku menelpon nomor korban dan mengaku sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak. Dalam teleponnya itu, pelaku mengatakan meminta sumbangan kepada untuk keperluan sertijab (serah terima jabatan).

Setelah korban percaya, penipu yang mengaku sebagai ajudan kapolres akhirnya meneruskan aksinya hingga korban mengirimkan sejumlah uang yang diminta.

Sebelumnya Puluhan Wartawan Kecewa, Dilarang Meliput Kehadiran Prabowo di Prigen.
Selanjutnya Rusdi Sutejo Meminta Maaf Atas Pelarangan Peliputan Prabowo Subianto.