Para Kades di Gresik Pada Takut Gunakan Dana Desa, Ini Lho Sebabnya

Para Kades di Gresik Pada Takut Gunakan Dana Desa, Ini Lho Sebabnya

Laporan Nur Wahyudi.

Gresik, suara-publik.com Pemerintah sudah mengucurkan dana desa sebanyak Rp 127,74 triliun sejak pertama kali digelontorkan pada 2015. Desa yang sudah menerima dana tersebut 74.910 dengan rincian tahun 2015 sebesar Rp 20,76 triliun, 2016 (Rp 49,98) dan 2017 (Rp 60 triliun.

Kendati begitu, tak semua kepala Desa senang wilayahnya mendapatkan jatah dana tersebut. Sebagian dari mereka justru resah menggunakan dana tersebut karena takut berurusan dengan hukum. Seperti beberapa Kepala Desa di wilayah Menganti, Mereka takut dalam membelanjakan, membangun maupun mengelola keuangan desa.

"Kami merasa stres, saat ini sangat terasa kegalauan para kepala desa terkait penggunaan dana desa yang semakin besar," ungkap salah satu Kades yang enggan namanya di online-kan, sabtu (5/5). Menurutnya, langkah para Kades untuk meminta pengawalan dan pendampingan kepada Kejaksaan dianggap penting. Sebab banyak Kades yang takut dalam menggunakan dana tersebut.

"Kami (para Kades) memiliki latar belakang berbeda. Ada yang tahu dalam mengelola dan ada yang tidak. Kalau kita salah takut terjerat persoalan hukum," ujarnya. Dirinya mengungkapkan, selama ini banyak kasus yang menjerat kepala desa, lantaran mereka tidak paham bagaimana cara mengelola dana tersebut. 

Komentar yang sama juga dilontarkan oleh salah satu Kades diwilayah Menganti, sebut saja AA, dirinya saat ini merasakan resah dan stres tatkala maraknya OTT yang dilakukan oleh Aparat penegak Hukum, dirinya secara pribadi mendukung 'bersih-bersih' yang dilakukan oleh Penegak hukum, namun dirinya juga saat ini bingung dengan banyaknya program Desa yang ditanggung tanpa menggunakan uang bantuan dari pemerintah.

"Iki kades podo stresss, ngelola dana teko pemerintah, durung dilaksanakno diawasi koyo maling, Nerimo duit jasa surat jual beli tanah dianggap pungli, saberpungli siap menyergap, warga masyarakat njaluk (minta) dimanja, ono ting proposal, ono tung tambah proposal, ono kegiatan lainnya sebagai ujung tombak dan ujung tombok (rugi), kades ngelu kabeh mas," ungkapnya mengeluh. 

Keresahan kepala desa itu didasari sejumlah kepala Desa yang harus berurusan dengan hukum karena tertangkap OTT dan salah menggunakan Dana Desa, Kasus OTT seperti yang terjadi di Kecamatan Menganti baru-baru ini, Slamet Effendi, Kades Laban, Menganti, disergap tim saber Pungli Polres Gresik karena kasus dugaan Pungli pengurusan surat riwayat tanah pada,rabu sore (2/5). 

Kades Slamet Effendi diringkus anggota Polres Gresik di Kantornya saat menerima uang yang diminta dari salah satu warganya sebagai fee sebesar Rp.10 juta.

Sebelumnya Kasus Rekaman Pungli DD Pandanan, Inspektor Terkesan Bungkam.
Selanjutnya Pagar Sekolah SMA Muhammadiyah 5 Surabaya di Bongkar, Ganti Rugi Belum Disiapkan.