Pemerintah Kecamatan Cerme, Selenggarakan Sekolah Desa Menuju Desa Mandiri.
Foto: Camat Cerme Suhari Ali Candra S.Sos saat membuka acara Sekolah Desa

Pemerintah Kecamatan Cerme, Selenggarakan Sekolah Desa Menuju Desa Mandiri.

Laporan : M Susyanto

BONDOWOSO, suara-publik.com - Ditengah tengah hiruk pikuk kegaduhan pejabat Pemkab Bondowoso, tidak mempengaruhi aktifitas kinerja pejabat Kecamatan Cermee dengan menyelenggarakan uji kompetensi Pemerintah Desa khususnya elemen masyarakat yang sangat berpotensi dalam perencanaan dan pembangunan di Desa (05/11). 

Suhari Camat Cermee saat di konfirmasi ( 05/11), mengatakan "untuk memperkuat posisi masyarakat dan pemerintahan desa dalam pembangunan. Perlu adanya kolaborasi antara pemerintah desa dengan masyarakat. Layanan ini bertujuan untuk membangun kapasitas yang memadai di kalangan pemerintah dan warga desa dalam perencanaan, pengelolaan dan evaluasi pembangunan," Terangnya. 

Masih Suhari,"Sekolah Desa mengedepankan prinsip partisipasi, keterbukaan dan inklusivitas dalam pengelolaan desa. Adapun yang di undang adalah Tim pembaharu Desa, dari berbagai elemen di Desa, meliputi Perangkat Desa, BPD, pengurus lembaga kemasyarakatan dan masyarakat. 

Anggota Tim Pembaharu Desa juga terdiri dari laki-laki dan perempuan. Sekolah Desa mengedepankan pendekatan kerja kolaboratif antara masyarakat dan pemerintah desa dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan di tingkat desa,"imbuhnya.

Adapun yang di Bahas atau di pelajari di antaranya, Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Turunannya, Perencanaan Apresiatif Desa (Mengenal Desa Sendiri), Pemetaan Kewenangan Desa, Pemetaan Aset dan Potensi Desa, Pemetaan Kesejahteraan Lokal, Keterbukaan Informasi Publik dan Jurnalisme Warga, Pengelolaan Keuangan Desa, Pemanfaatan TIK untuk Manajemen Keuangan dan Informasi Desa, Kolaborasi Perempuan dan Pemerintah Desa, Perbaikan Layanan Dasar di Desa,"ujarnya.

Tujuan utama katanya ," Agar Pemerintah Desa juga TPK dan elemen masyarakat Desa tidak lagi ada ketergantungan di dalam mengelola dan merencanakan pembangunan di Desa masing masing," Pungkasnya.

Sebelumnya Ratusan Guru Honorer Mogok, Ribuan Murid di Bondowoso Terlantar.
Selanjutnya Gelapkan Sepeda Motor Majikan, Pria Kalikendal Dimasukan Penjara.