Pemimpin Bondowoso Harus Berpihak Pada Rakyat.

Pemimpin Bondowoso Harus Berpihak Pada Rakyat.

Dilaporkan oleh : Hery Masduki   

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Setelah KH Salwa Arifin menyatakan untuk maju sebagai calon Bupati Bondowoso 2018 mendatang, banyak muncul tanggapan dari masyarakat yang berbeda, ada yang mendukung dan ada pula yang tidak.

Masyarakat yang mendukung karena KH Salwa, orangnya jujur dan amanah, sehingga ia lebih pantas untuk memimpin Bondowoso kedepan. Sedangkan yang tidak mendukung karena KH Salwa sudah lanjut usia, dan lebih baik kembali menjadi pengasuh di Pondok Pesantren.

Sementara itu, salah satu pengamat politik Bondowoso, Andi Abdillah berpendapat, bahwa paradigma menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) ditengah masyarakat adalah memilih pemimpin untuk masa depan masyarakat itu sendiri. “Ada yang lebih substantif yang sering kali dikesampingkan yakni memilah antara yang terbaik dari yang baik,”kata Andi.

Menurutnya, berbicara calon pemimpin Bondowoso tidaklah mudah ketika nantinya terpilih, dan siapapun tokoh itu yang terpilih. Sebab, tantangan kedepan bukan hanya membangun infrastruktur atau fisik semata, akan tetapi pergeseran global menuntut pimimpin dan masyarakat untuk mampu memfilter arus moderenitas dimana budaya dan pendidikan menjadi pilar penyanggah manusia indonesia yang berperadaban agar tidak tergilas oleh kejamnya pengaruh kebebasan.

“Maka untuk itu seorang Pemimpin daerah disamping cerdas atau memiliki kapabilitas yang jelas dan harus berintegritas,”ujarnya. Lebih jauh Andi mengemukakan, ukuran utama seorang calon bukan memiliki amunusi yang banyak, tapi jelas keberpihakannya terhadap masyarakat dan siap menerima masukkan dari semua lini. “Saya kira, figur calon pemimpin di Bondowoso, seperti H.Ahmad Dhafir, KH Salwa Arifin, yang sudah siap maju pada pilkada tahun 2018 mendatang merupakan tokoh yang sudah tidak diragukan lagi ketokohannya,”tegasnya. 

Kendati demikian, masyarakat diberi kebebasan untuk memlilih pemimpinya, karena kedua tokoh itu kiprahnya selama ini sudah jelas, dan sekarang tergantung masyarakat yang bisa menilai. “Kalaupun ada pro kontra itu hal yang biasa, sebagai dinamika dalam berdemokrasi,”imbuhnya.(*)

Sebelumnya Ketahuan Jadi Pengedar, Arek Pulosari di Bekuk Polisi.
Selanjutnya Masih Bau Kencur, Bocah Ini Sudah Pintar Rampas Sepeda Motor.