Pemkab Bondowoso Beri Sinyal, Naikan Gaji 135 Guru Honorer Setara UMK.
Foto: Plt Sekda Bondowoso, Agung Tri Handono.

Pemkab Bondowoso Beri Sinyal, Naikan Gaji 135 Guru Honorer Setara UMK.

Laporan Guido Saphan

BONDOWOSO,(suara-publik.com) -Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2019, memberikan kabar gembira bagi 135 guru honorer K2 level Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bondowoso yang tidak lolos tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Karena, Pemkab Bondowoso memberi sinyal menaikkan honor atau gaji 135 guru honorer K2 setara Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bondowoso.  

Sinyal menggembirakan tersebut disampaikan Agung Tri Handono, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj.Sekda) Bondowoso di Kantor Bupati setempat kemarin. ”Pemkab Bondowoso tengah mendiskusikan dan membahas kemungkinan honor atau gaji guru tidak tetap (honorer) K2 SD dan SMP sebanyak sekitar 135 guru yang tidak lolos tes seleksi P3K bisa setara Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bondowoso 2019,” katanya.  

Mengingat, lanjut Agung, honor yang diterima guru tidak tetap (honorer) SD dan SMP di Bondowoso dinilai kurang dan jauh di bawah UMK. Karena, selama ini, Pemkab Bondowoso hanya bisa memberikan suntikan anggaran untuk honor guru tidak tetap K2 SD dan SMP pada kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu per bulan. ”Angka itu masih dinilai kurang. Tapi, kalau kemungkinan bisa setara UMK, artinya guru tidak tetap K2 SD dan SMP di Bondowoso menerima honor Rp 1,8 juta per bulan,” terangnya.  

Namun, sebelum sinyal baik bagi guru tidak tetap K2 level SD dan SMP, itu menjadi kebijakan yang benar-benar dilakukan, Agung mengaku, lebih dulu melapor pada Bupati Bondowoso Salwa Arifin. Selain itu, melakukan diskusi dan pembahasan dengan ASN  yang membidangi masalah anggaran di Pemkab Bondowoso.

”Kan tidak lucu, masak pemerintah melakukan penertiban terhadap perusahaan supaya memberi upah karyawannya sesuai UMK,  tapi pemerintah sendiri tidak membayar honor atau gaji pegawainya sesuai dengan UMK,” ujar Agung.  

Karena itu, mantan Kepala Bakesbangpol, Kepala BKD, Kepala Disnakertrans, dan Kepala Bappeda Bondowoso, ini mengaku optimistis sinyal baik bagi guru tidak tetap tersebut terealisasi menjadi kebijakan. ”Tentu pemkab akan terus menghitung dan kita optimistis dapat mewujudkan kebijakan ini,” ungkapnya.

Agung menambahkan, Pemkab Bondowoso memberi perhatian pada guru tidak tetap, karena sampai saat ini kekurangan guru di Bondowoso masih tinggi. Kekurangan guru SD mencapai 1.200 guru dan guru mata pelajaran SMP lebih 90 guru.  

”Itu artinya, Bondowoso memang masih membutuhkan guru SD dan SMP. Sementara, moratorium pengadaan CPNS tenaga pendidik atau guru, sampai sekarang masih belum dicabut pemerintah pusat. Ini jelas menjadi suatu konsekuensi logis yang harus diterima pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten, dan kota,” jelas Agung.

Sebelumnya Jack Centre Sesalkan, Pelepasan Bandar Pil Koplo Oleh Polres Bondowoso.
Selanjutnya PKB Kuasai 4 Dapil, PDIP Berjaya di Dapil I Pemilu 2019 Bondowoso.