Penderita DBD Terus Meningkat, Dinkes Bondowoso Gencar Lakukan Fogging.
Foto: Dinkes Bondowoso saat lakukan fogging.

Penderita DBD Terus Meningkat, Dinkes Bondowoso Gencar Lakukan Fogging.

Laporan Redaksi

BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Jumlah pasien penderita penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD di Kabupaten Bondowoso terus bertambah. Jumlah penderita yang mencapai puluhan warga yang menderita DBD tersebut meningkat dibanding pada tahun 2018 lalu.

Sehingga Dinkes Bondowoso melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan DBD. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan melakukan Fogging ke beberapa titik pemukiman yang sudah ada warganya yang terserang DBD.

Seperti yang dilakukan di Desa Kejayan Kecamatan Pujer Bondowoso. Sabtu, (16/2/2019). Tim dari Dinkes Bondowoso melakukan fogging didaerah tersebut untuk membasmi nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan nyamuk pembawah virus DBD. "Iya saat ini kita memang mulai massif lakukan fogging di daerah yang kita anggap banyak nyamuk DBD," kata Mahfud Riyanto.

Menurutnya, lokasi yang diberikan fogging hari ini merupakan daerah yang sudah terdeteksi ada empat orang yang terserang DBD. Apalagi terdapat sekolah di daerah tersebut, sementara memang ada perumahan yang tergolong kumuh.

"Daerah ini memang sudah ada dua orang yang terpapar makanya kita fogging," ujar Mahfud.

Sementara Kepala Dinkes Bondowoso, HM Imron, mengimbau masyarakat untuk kembali melakukan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan pemukimannya. Jangan hanya mengandalkan fogging, sebab fungsi utama fogging adalah membunuh nyamuk dewasa tapi tidak dengan jentik atau inangnya.

Apalagi, untuk fogging memang hanya fokus beberapa desa yang dibiayai karena disesuaikan dengan kemampuan anggaran. "Makanya kita koordinasi dengan Puskesmas dan Kepala desa untuk rutin melakukan kerja bakti bersih lingkungan, untuk mencegah pertumbuhan nyamuk DBD," tuturnya.

Sebelumnya Zaky Pembalap Nasional Asal Bondowoso, Tewas di Tusuk Pisau.
Selanjutnya Komisi III Dprd Kabupaten Blitar, Segara Pantau Hasil Pembangunan 2018.