Penerima PKH Desa Gentong Taman Krocok, Dipungut 20 Ribu Rupiah.
Foto: Misjono Kades Gentong Kec. Taman Krocok Bondowoso.

Penerima PKH Desa Gentong Taman Krocok, Dipungut 20 Ribu Rupiah.

Laporan : M Susyanto

BONDOWOSO, (Suara-Publik.Com) - Program prioritas Pemerintah Pusat untuk mengentas kemiskinan yang di salurkan melalui program Keluarga Harapan ( PKH ) di tahun 2019 meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Program PKH tersebut diberikan kepada Penerima secara gratis dan tidak ada pungutan dengan dalih apapun. Sebab, semuanya biaya penyaluran hinga ke tangan penerima sudah dibiayai oleh pemerintah.

Namun yang terjadi di Desa Gentong Kecamatan Taman Krocok, penyaluran bantuan PKH masih membebani masyarakat miskin. Karena untuk mendapatkan bantuan beras 20 kg harus menebus dengan uang sebesar 20 ribu rupiah.

Seperti yang diungkapkan buk Hendra, warga dusun Becangan desa Gentong, untuk menerima bantuan PKH, dirinya harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 20 ribu. "Saya menerima bantuan PKH berupa beras 20 kilo gram harus menebus dengan uang Rp20 ribu sedangkan sisa bantuan berupa uang katanya petugas yang kebetulan Kasun, akan di cairkan minggu depan. Sementara di dusun Becangan ini kurang lebih 20 penerima,"ungkapnya.

Di kesempatan yang sama Kepala Desa Gentong, Misjono saat di konfirmasi terkait dengan tebusan bantuan beras pihaknya membenarkan. Namun, Misjono berkilah jika semua uang yang terkumpul itu untuk pengganti ongkos kirim barang bantuan. "Tapi, meskipun saya menjelaskan semua ini, pemerintah desa tidak tahu," katanya.

Masih Misjono, ia baru tahu setelah ada pencarian PKH ke desa Gentong, karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan ke desa. "Saya baru tahu ada bantuan pencairan PKH. barusan saya panggil semua Kasun dan saya konfirmasi langsung tentang informasi penyaluran beras di desa kami, dan Kasun kami mengakui kalau penerima memberi ganti rugi pengiriman bantuan beras,"katanya.

Kades menambahkan, bantuan semacam ini harus benar-benar terkontrol dan pengawasan yang ketat. Ia juga minta kepada Dinas Sosial Bondowoso, agar dalam penyaluran PKH harus transparan dan tidak terkesan ditutup-tutupi, karena dalam penyaluran hari kemarin, pihaknya tidak menerima kabar apapun.

"Saya tahu ada pencarian PKH setelah ramai, karena ada dugaan pungutan 20 ribu per-penerima. Maka dari itu saya memanggil Kasun dan semua perangkat kami," pungkasnya.

Sebelumnya Hadrah Jabal Arif Polda Jatim, Ikuti Festival Al-Banjari se Jawa Timur.
Selanjutnya Melawan Saat di Tangkap, Sopir Ojek Online di Dor.