Pengembangan OTT 3 Oknum PNS Kepala UPT Wilayah I Segera Dipanggil Penyidik

Pengembangan OTT 3 Oknum PNS Kepala UPT Wilayah I Segera Dipanggil Penyidik

BONDOWOSO, Suara Publik - Menidak lanjuti hasil operasi tangkap tangan (OTT) kepada 3 oknum pegawai Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diksoperindag) Kabupaten Bondowoso, oleh Tim Saber Pungli beberapa waktu lalu, Inspektorat segera menindaklajutinya.

            Hal itu diungkapkan Kepala Inspektorat Pemkab Bondowoso, Ir.Wahyudi Triatmadji, setelah menerima tim dari penyidik tindak pidana Koprupsi (Tipikor) Polres Bondowoso, Jum’at (10/3/2017).

            “ada tamu dari tipikor tadi, dalam rangka melakukan kordinasi tentang hasil OTT kepada 3 oknum PNS yang sedang ditangani oleh penyidik Polres Bondowoso,”kata pejabat yang akrab dipanggil Wahyudi ini.

            Dalam koordinasinya tersebut, terkait untuk menentukan pasal yang akan dikenakan kepada para tersangka, apakah penyidik akan memakai UU koprusi atau pidana umum.

            “Nah, untuk menentukan pasal itu kita akan rapat dengan tim, pada hari Senin, (12/3/2017) lusa. Untuk saat ini saya masih belum bisa menentukan sikap,”ujarnya.

            Lebih jauh Wahyudi memaparkan, jika pihaknya memakai undang-undang korupsi, sepertinya tidak mungkin, karena yang dilakukan oleh para tersangka hanya tidak memberikan karcis kepada pemilik sapi.

            “Menurut saya kasus ini lebih cenderung kepada pidana umum, karena dengan tidak melampiri karcis kepada pemilik sapi, itu berarti telah melakukan penggelapan,”ungkapnya.

            Ia menambahkan, terkait aksi yang dilakukan oleh tersangka, dipastikan sudah diketahui pimpinannya, seperti kepala UPT, sehingga para tersangka berani melakukan perbuatan yang melawan hukum.

            “Dalam waktu dekat kita akan memeriksa kepala UPT wilyah 1, karena ia harus bertanggung jawab atas perbuatan anak buahnya yang dilapangan,”katanya.

            Seperti diberitakan sebelumnya, tiga tersangka bernama Budin, (55) warga Desa Tamanan, Bambang, (42) warga desa Tegal Ampel dan Sunardi, (43) warga Desa Wonosari. Ditangkap tim saber [ungli, setelah dikatehui melakukan pungutan liar di kantor pasar hewan.

Modus yang dilakukan oleh 3 orang tersangka tersebut, menarik karcis, tapi tidak melampiri bukti karcis kepada pemilik sapi, yang seharusnya setelah menerima uang dari pemilik sapi, tersangka memberikan karcis tersebut. Namun hal itu tidak dilakukan.

“Sementara karcis yang resmi diberikan hanya 92 lembar, seharga 5 ribu, sedangkan 97 lembar tidak diberikan kepada warga,”kata Kasat Reskrim AKP Ade Warokka.

            Saat ini barang bukti uang dari hasil pungli  sebanyak 485 ribu, berupa uang pecahan 50 ribu, 5 ribu, dan 2 ribu,  dua bendel sisa karcis, dan satu lembar buku rekapan diamankan petugas untuk bahan penyidikan lebih lanjut.

            “Tersangka kita jerat dengan UU nomor 31 tahun 1999, tentang tipikor Dengan ancaman kurungan maksimal 20 tahun penjara,”tegasnya. (her)

Sebelumnya Tiga Kali Beraksi, Jambret ini Tumbang Di Tangan Polsek Sukolilo
Selanjutnya Satreskoba Polres Bondowoso Tangkap Dua Orang Pengedar Pil Koplo Ditempat Berbeda