Pengen Jajan Koq Curi Kabel, 2 Pria Ini Ditangkap Polsek Genteng.
Foto: Kapolsek Genteng Menunjukan barang bukti, kiri kanannya adalah tersangka.

Pengen Jajan Koq Curi Kabel, 2 Pria Ini Ditangkap Polsek Genteng.

Laporan: Tom

SURABAYA, Suara Publik-Dua pria curi kabel tembaga milik proyek Hotel PT. Doble Tri Jalan Tunjungan No.12 Surabaya, diringkus tim anti bandit Polsek Genteng Surabaya,Selasa (11/12/2018) pagi.

Dari tersangka Sabar (43) dan Selamet (39), ini petugas menyita kabel listrik dari tembaga seberat 22 Kg yang sudah dipotong potong. Selain itu petugas juga satu karung berisikan kulit kabel.

"Kapolsek Genteng Kompol Ari Tristiawan, menjelaskan, kedua tersangka ini merupakan tukang proyek Hotel yang bekerja di PT. Doble Tri Jalan Tunjungan. Kemudian sambil bekerja mencari kesempatan untuk mengambil barang berupa kabel tembaga yang ada di dalam proyek.

Setelah mempelajari situasi akhirnya kedua tersangka menemukan kesempatan saat situasi proyek dalam keadaan sepi, dan sekitar pukul 03.30 Wib keduanya langsung mengambil kabel lalu dikelupasi kulitnya, selanjutnya kabel yang sudah terkelupas tersebut dilipat lipat dan masukan dalam ember bekas cat untuk dibawa keluar proyek yang rencananya akan dijual," kata Ari Tristiawan, Jum'at (11/1/2019).

"Masih lanjut Kompol Ari Tristiawan, saat kedua tersangka ini keluar proyek membawa barang curiannya, diketahui oleh Security dan keduanya ditangkap pada saat itulah anggota Opsnal kami yang sedang melakukan patroli mendatangi lokasi kejadian dan membawa kedua tersangka ke Polsek Genteng,"sebut Ari.

Sementara tersangka Sabar saat press release mengatakan, baru sekali melakukan pencurian kabel tersebut. " saya baru sekali mencuri kabel ini pak, rencana hasil penjualan saya gunakan untuk membeli jajan," aku tersangka Sabar.

Guna mempertanggungjawabkan atas perbuatannya kini kedua tetsangka yang berasal Dari Desa Godong, Grobokan Jawa Tengah itu mendelam di sel tahanan Mapolsek Genteng dan polisi menjerat keduanya dengan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan.( tom)

Sebelumnya Setyo Budi Sebut, Minimnya Gedung Pelayanan Dispenduk Capil Jadi Hambatan.
Selanjutnya Kericuhan Terjadi, Saat Warga Hadang Truck Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi.