Personil BPBD Kabupaten Pasuruan, Hanya 11 Orang
Foto: Direktur Pengurangan Resiko Bencana BNPB Raditya Jati ketika menerima cinderamata dari Ragil KD

Personil BPBD Kabupaten Pasuruan, Hanya 11 Orang

Laporan: Iwan Dayat.

Pasuruan - Suara Publik - Mengantisipasi datangnya bencana saat hujan berupa banjir dan tanah longsor, diperlukan berbagai kesiapan. Selain penyediaan sarana alat dan peralatan untuk disiagakan maupun upaya pencegahan, kesiapan masyarakat juga diperlukan,  sehingga resiko bencana dapat diminimalisir.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI, Evi Zainal Abidin, dihadapan perwakilan masyarakat desa tangguh bencana se-Kabupaten Pasuruan, saat sosialisasi penanggulangan banjir di KUTT Suka Makmur Grati, Rabu (7/11).

"Lebih baik mencegah dan ini upaya mitigasi bencana dan akan terpola dalam kesatuan program. Untuk mencegah dan mengantisipasi, harus melibatkan semua pihak, karena bencana sendiri tidak pernah pilih-pilih korban. Makanya masyarakat harus siap, sehingga resiko bencana bisa dikurangi," kata Evi.

Sekretaris BPPD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pasuruan, Edy Supriyanto menyampaikan bahwa Pasuruan menjadi langganan daerah banjir karena keberadaan tujuh daerah aliran sungai.

Kondisi kerusakan lingkungan di hulu sungai menjadi faktor penyebab utamanya. "Disisi yang lain, untuk mengantisipasi bencana ini tenaga kami juga hanya ada 11 orang saja. Makanya kami terus optimalkan para relawan yang ada. Terutama masyarakat yang terdampak dan dikoordinasi dalam desa tangguh bencana," keluh Edy.

Sementara, Direktur Pengurangan Resiko Bencana BNPB, Raditya Jati menyampaikan, bahwa pengurangan resiko bencana menit in beratkan pada upaya pencegahan. "Target utama kurangi korban jiwa, kurangi wilayah terdampak, kurangi kerugian sosial ekonomi dan kurangi kerusakan infrastruktur.

Caranya harus melibatkan masyarakat langsung. Terutama dengan memberikan  edukasi kepada warga sekitar yang berdampak bencana," Ungkap Raditya.

Sebelumnya Pegadaian Yasepas dan Juru Taksir PT. Pegadaian Kapasan Surabaya, Dilaporkan ke Polda Jatim.
Selanjutnya Berbelit Saat Persidangan, Bandar Sabu Ini Terancam Hukuman Berat.