Plesetkan Istighfar Saat Istighosah, Warga Minta Camat Sumber Wringin di Copot.

Plesetkan Istighfar Saat Istighosah, Warga Minta Camat Sumber Wringin di Copot.

Dilaporkan oleh : Hery Masduki

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Pernyataan Camat Sumber Wringin, membuat warga marah. Pasalnya, saat memberikan sambutan diluar dugaan menyampaikan pernyataan yang melecehkan, sehingga banyak warga yang hadir mau melabrak camat. Namun, dihalang halangi oleh warga yang lain. 

Kejadian tersebut berawal ketika Camat Sumber Wringin, Supardi memberikan sambutan dihadapan ratusan orang yang sedang mengikuti sholawatan yang dilaksanakan oleh Desa Rejo Agung setiap bulan. Rabu Malam, (27/12/2017). Hal itu diungkapkan oleh salah satu warga Rejo Agung, Zaenol, ia mengaku pernyataan camat Supardi sudah melecehkan warga sholawatan. 

Meski dalam pertengahan sambutannya, camat mengajak warga agar tetap rukun menjelang Pilkada. “Yang paling kami sesali adalah, pilkada sudah dekat, kemungkin yang pasti maju ada dua kandidat, tapi ketika nanti berganti pemimpin dikwatirkan sholawatan akan berubah, misalnya menguncapkan Astaghfirullah, kemudian membaca es tew firleh,”kata Zainol yang menirukan ucapan Camat Supardi. 

Ucapan camat sudah tidak bisa ditolerir, karena acara sholawatan tidak berkaitan dengan Pilkada, maka seluruh masyarakat Rejo Agung mengecam pernyataan camat yang dianggab tidak punya sopan santun. “Camat itu harus belajar lagi menjadi pemimpin, dan ucapan itu didengar oleh ratusan warga, bahkan yang hadir tidak hanya warga, tapi muspika, kalau perlu camat itu dicopot dan diganti dengan camat yang baik,”tegasnya.

Sementara itu, Abdul Azis mengaku, pada saat camat mengucapkan kalimat yang melecehkan itu, sempat meminta camat mengkalirifikasi ucapannya, karena sudah memancing kamarahan warga. Namun, camat menjawab dengan mengalihkan pembicaraan, sehingga warga merasa kecewa.

“Saya sangat kecewa, karena permintaan klerifikasi saya tidak dijawab oleh Camat, malahan pak Camat ngelantur ke yang lain,”kata Abdul Azis. Ia mengungkapkan, warga sempat akan melabrak camat, namun dihalangi oleh warga yang lain agar tidak terjadi keributan, apalagi acara yang digelar acara sholawatan, hanya saja camat diminta untuk menjaga tata karma sebagai pemimpin jangan membuat keributan dengan warganya.

“Permintaan saya hanya satu, apa maksudnya mengucapkan e stew firleh itu, tapi hingga saat ini tidak dijawab, ujarnya. Sementara itu, Camat Sumber Wringin, Supardi, ketika dihubungi melalui telpon selulernya, 085 258 128 209, hingga berita diturunkan tidak ada jawaban, terkait klarifikasi pernyataan dihadapan ratusan warga desa Rejo Agung, saat melaksanakan sholawatan. (*)

Sebelumnya KPU Bondowoso Sosialisasikan Tahapan Pilkada.
Selanjutnya Jelang Tahun Baru, Shabara Polres Pasuruan Amankan Miras Ilegal.