Polrestabes Surabaya, Ringkus Polisi Gadungan.
Foto: Ardian Polisi gadungan saat rilis di Mapolrestabes Surabaya(bawah). Barang bukti yang disita polisi(atas)

Polrestabes Surabaya, Ringkus Polisi Gadungan.

Laporan: Tom 

Surabaya, suara-publik.com - Dunia pemerasan, pungli dan apapun namanya itu melanggar hukum. Kini diberbagai pelosok negeri ini banyak sekali yang melakukan hal tersebut. Bahkan ada yang mengaku sebagai aparat, wartawan maupun LSM.

Seperti halnya pria ini, terobsesi menjadi polisi membuat seorang pria berinsial Aridian Subroto (37) asal Sidotopo Dipi Surabaya itu nekat menjadi polisi gadungan. Dihadapan warga, pria pengangguran itu mengaku sebagai anggota reserse kriminal. Lengkap dengan senjata airgun, Ardian kerap melakukan aksinya.

Terungkapnya kelakuan Aradian tersebut diketahui setelah polisi mendapat informasi jika dirinya usai meminta sejumlah uang setelah mengaku sebagai polisi yang mendatangi tempat praktik perjudian di wilayah Surabaya. "Jadi kami mendapat informasi masyarakat, kemudian kami lakukan penyelidikan dan benar jika yang bersangkutan memiliki senjata api yang diselipkan di pinggang dan mengaku polisi," kata Kasubbaghumas Polrestabes Surabaya, Kompol Rety Husin,Senin (24/9) sore.

Tak hanya senjata jenis air gun, polisi juga menemukan seragam polisi, KTA dan KTP yang memiliki keterangan jika Ardian sebagai anggota Polri.

"Pelaku ini juga punya seragam yang beli di Pasar Turi, kemudian peluru dan KTA milik mertuanya yang kebetulan pensiunan Polri, serta KTP yang kolom pekerjaannya dibuat anggota Polri," lanjut Rety Husin.

100%

Ardian, saat diwawancarai mengaku jika dirinya terobsesi menjadi polisi namun tak lulus saat melakukan tes. "Dulu pengen jadi polisi. Iseng aja pak. Ya buat minta-minta uang saja tapi gak pernah pakai kekerasan saya," akunya.

Akibat perbuatannya itu, Ardian dijerat dengan pasal 1 ayat 1 UU darutar RI no 12 tahun 1951. Ancaman hukumnan 10 tahun. Pasal 266 memberi keterangan palsu pada buku autentik.( tom)

Sebelumnya Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, Akan di Sambut Konvoi Ribuan Massa.
Selanjutnya M. Iqbal: Jangan Ada Penyelewengan dan Pungli Dana Desa.