Polsek Wringin Diduga Diamkan Kasus Penganiayaan.

Polsek Wringin Diduga Diamkan Kasus Penganiayaan.

BONDOWOSO, Suara-Publik.Com - Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Djuma’ani alias bu Wawan (40) kepada Yahya Vidiawati alias bu laily (30) keduanya warga rt.8/3 dusun Sukojati desa Sumber Malang Kecamatan Wringin (16/8/11), yang lalu sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya dari pihak Polsek Wringin.
 
Bahkan sepertinya kasus ini akan didiamkan begitu saja, mengingat telah hampir satu bulan kasus ini mengendap di Polsek wringin. Sehingga korban harus buka mulut kepada sejumlah wartawan agar kasusnya ditindak lanjuti.
 
Menurut pengakuan korban,Yahya Vidiawati, kajadian yang menimpa dirinya sungguh diluar dugaan, sebab antara pelaku dengan dirinya tidak ada masalah. Namun, tepat jam 11 wib, 16 Agustus 2011, tiba-tiba dirinya didatangi bu Wawan, pada saat dirinya mengupas sayur untuk persiapan buka puasa. Tanpa babibu tangan kanan bu Wawan melayang mengenai mulut dan pipi kirinya, hingga bibir kiri atas mengeluarkan darah segar dan pingsan seketika.
 
Begitu siuman korban yang berlumuran darah langsung melapor ke ketua RT.9, sayangnya pak ketua RT.9 tidak ada ditempat. Akhirnya dirinya langsung mendatangi ketua RT.8, dan melaporkan kejadian pemukulan yang dilakukan oleh bu Wawan, namun ketua RT.8  langsung membawa korban ke Puskesmas Wringin untuk mendapatkan pertolongan. Tapi pada saat itu belum bisa dilakukan vitsum, karena dokter puskesmas tidak ada ditempat.
 
Dua hari kemudian baru bisa dilakukan vitsum pada tanggal 18/8/2011 yang diantar oleh salah satu petugas Polsek Wringin. Selang beberapa waktu kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi korban. Saat itu juga hasil Vitsum dari Puskesmas setempat telah dikantongi petugas Polisi. ”jadi sampai saat Polsek Wringin belum ada kabarnya mengenai kasus saya” kata perempuan beranak satu ini yang didampingi Halil (40) suaminya. Minggu (11/9/2011).
 
Memang kata Yahya Vidiawati, dirinya sudah beberapa kali dibujuk oleh petugas agar kasusnya dicabut, tapi dirinya tidak mau karena dirinya sangat membutuhkan keadilan. Bahkan dirinya pernah diancam oleh seseorang jika perkaranya tidak dicabut pihak pelaku akan menuntut balik. ”kalau kasus ini dicabut kan tidak ketemu siapa yang salah dan siapa yang benar, pokoknya saya minta kepada bapak Polisi kasus saya harus diteruskan ke Pengadilan.Karena menurut saya hukum tidak membedakan besar dan kecilnya persoalan semua dihadapan hukum sama, apalagi saya sebagai korban yang tidak tahu apa-apa” tegasnya.
 
Ditempat terpisah, ketua RT.8 saat dimintai keterangan membenarkan kalau dirinya telah mengantarkan korban ke Puskesmas, karena pada saat itu korban sangat memprihatinkan. Sehingga dirinya harus menyelamatkan korban untuk mendapatkan pertolongan. ”saya tanpa berpikir panjang, saya harus menyelamatkan korban untuk mendapat pengobatan dari Puskesmas” kata pak Lia ketua RT.8 ini dirumahnya (11/9/2011).
 
Sementara itu, Kapolsek Wringin, AKP M.Erfan, saat dihubungi telpon selulernya <08124940012> tidak ada jawaban, bahkan di SMS dan menanyakan kasus yang sudah dilaporkan ke Polsek Wringin, Kapolsekpun tidak ada balasan. (her)
 

Sebelumnya KORUPSI DEPOK. Setumpuk Kasus Pejabat Depok di Duga Raib
Selanjutnya Jambret Kusuma Bangsa di Hadiahi Timah Panas