Pria Paruh Baya Pemilik Warkop, Ditangkap Polisi Karena Cabuli 6 Remaja.
Foto: Kabid Humas Didampingi Direskrimum Polda Jatim saat merilis Predator 6 anak remaja.

Pria Paruh Baya Pemilik Warkop, Ditangkap Polisi Karena Cabuli 6 Remaja.

SURABAYA - Ditreskrimum Unit III Asusila Subdit IV Reknata Polda Jatim berhasil mengungkap kasus tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur.

Dengan modus di iming-imingi uang, pelaku berhasil melakukan kekerasan seksual sebanyak 6 orang korban anak dibawah umur.

Pelaku yang berhasil ditangkap anggota Ditreskrimum bernama, Mu'anam (50), asal Ds.Boyolangu, kec.Boyolangu,kab. Tulungagung.

"Dirkrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Andreas Ratulangi menjelaskan, kejadian tersebut berawal pada tahun 2018, pelaku sudah memiliki kebiasaan mempunyai hasrat kepada anak anak dibawah umur. Dan tersangka merayu korban dengan diberikan iming-iming imbalan sejumlah uang.

Selanjutnya, korban diajak dirumah tersangka untuk melakukan kegiatan asusila berupa merabaraba dan mengulum alat kelamin hingga keluar air mani, bahkan ada korban yang disodomi oleh tersangka," kata Pitra Andreas Ratulangi, Jum'at (29/11) saat gelar press release.

Masih lanjut Kombes Pol Pitra Ratulangi, pengungkapan ini berkat kerjasama Unit Pelindungan Anak kabupaten Tulungagung bersama korban berinisial RNA," sebut Pitra Andreas Ratulangi. "Modus pelaku yang membuka usaha warkop ini dalam melakukan aksinya yakni, terlebih dulu pelaku (Mu'anam,red) meminta nomer telepon Whatshaap korban dan mengajak korban ngopi gratis ditempat warkopnya.

Setelah ngopi, pelaku Mu'anam menyuruh korban masuk kedalam kamar yang ada disebalah warkop miliknya. Setelah korban masuk, korban disuruh oleh pelaku untuk tidur. Kemudian pelaku bilang memberikan uang tetapi harus tidur.

Setelah korban tidur, selanjutnya pelaku mengkulum kemaluan korban sampai air mani korban keluar. Adapun korban yang menjadi tindak pidana kekerasan seksual oleh pelaku yakni, IW (17), warga Bangoan Tulungagung, MWN (17), warga Tulungagung, FYS (16), warga Tulungagung, RNA (14), warga Blitar, CL (14), warga Tulungagung dan RD (17),warga Tulungagung.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 82 UU RI No.17 tahun 2016 Jo UU RI No.23 tahun 2003 tentang tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur. (tom)

Sebelumnya Rusdin SH: Penerapan Pasal Pada Terdakwa Tidak Tepat, Hari Pujianto Layak Dibebaskan
Selanjutnya Sosialisasi Konsensus Kebangsaan, Aminurokhman Tegaskan, Pancasila dan NKRI Bentuk Final Kehidupan Berbangsa Bernegara.