Produk Batik Desa Sempol Prajekan Bondowoso, Diminati Banyak Kalangan

Produk Batik Desa Sempol Prajekan Bondowoso, Diminati Banyak Kalangan

Dilaporkan Oleh : Mahfud Susyanto

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Kerajinan Batik yang didirikan Oleh Husen, Kepala Desa (Kades) Sempol Kecamatan Prajekan sangat berkembang pesat. Meski modal awal hanya Rp.17 juta rupiah, dan usaha kerajinan batik ini hanya berusia seumur jagung, yang berdiri sejak bulan oktober 2017.

Namun hasil produksinya sudah merambah ke penjuru daerah. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 50 orang. Tak heran jika hasil produksinya sanga pesat dan diminati oleh banyak kalangan.

Kepala Desa Sempol, Husen, mengungkapkan, untuk memberdayakan usaha milik desa, Desa merasa tertantang untuk mendanai BUMDes. Pada tahun 2018 ini, desa sudah menganggarkan sebesar Rp.50 juta, yang bersumber dari alokasi dana desa (ADD).

“ADD tersebut, dianggarkan untuk pembelian bahan dasar batik, dan penambahan peralatan,”kata Husen kepada suara-publik.com.

Tujuan disalurkannya dana untuk BUMDes tersebut, dengan harapan agar permodalan awal dapat di kelola dengan baik. Sehingga kedepan BUMDes ini bisa menjadi mitra masyarakat di dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Desa Sempol.

Apalagi banyak pesanan yang datang, seperti karyawan PG Prajekan. Dari perangkat desa, bahkan, merambah ke perangkat desa di luar Kecamatan yang sudah banyak yang order.

“Saya sangat berharap, dengan dana yang terbatas ini, BUMDes kedepannya, agar bisa saling bersinergi dengan masyarakat, tanpa mematikan usaha yang ada di desa ini, kemudian usaha tersebut supaya di kembangkan secara bersamaan hingga terwujud kesejahteraan bagi masyarakat desa,” ujar Husen.

Menurutnya, usaha batik ini, tidak terlepas dari kemampuan para pekerja yang sudah mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Bondowoso selama 45 hari, sehingga kemampuan membatik tak diragukan lagi.

Oleh karena itu, pada tahun 2019 mendatang, desa akan membangun gudang tempat aktifitas para pengrajin. Maka, wajar jika banyak order, karena kemampuan membatik sudah memenuhi kreteria pasar. Sementara harganya relative murah yang dibandrol Rp.200 ribu rupiah per potong.

Dengan begitu, sambung Husen, kedepan batik Sempol yang ia rintis ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Sempol, bahkan, bisa berkembang kepada generasi muda berikutnya.

“Saya sangat bangga dengan hasil yang telah dicapai, karena sebagaimana cita-cita saya sejak awal, apapun kegiatan yang ada di desa, tetap kita kita bantu, selama kegiatan tersebut bermanfaat bagi warga Desa Sempol khususnya,”imbuhnya.(*)

Sebelumnya Tujuh Kali Nyabu dan Kuasai Narkoba, Pemuda Ini di Ancam Pasal 112
Selanjutnya Tim Buser Polres Bondowoso Berhasil Tangkap 2 Orang Spesialis Ranmor.