Proyek Dinas BMSDA Kota Depok Rp 1,2 M, Mangkrak !

Proyek Dinas BMSDA Kota Depok Rp 1,2 M, Mangkrak !


DEPOK (suara-publik.com)- Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendesak Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Depok, Yayan Arianto dan Kepala Bidang Bina Marga (Kabid BM), Ronny Ghufron untuk menindak tegas perusahaan CV Pitaloka yang sampai saat ini tidak dapat menyelesaikan pekerjaan proyek senilai Rp 1.234.797.000,- yang ditanganinya.

Menurut informasi dari sejumlah aktivis LSM di Kota Depok, CV Pitaloka yang beralamat di Dramaga H. Abas RT 02/01 No. 33 Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor diketahui mendapatkan 3 pekerjaan proyek dari Dinas BMSDA yang beberapa waktu lalu di lelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Adapun tiga pekerjaan yang dimaksudkan tersebut, antara lain: Pertama, Penataan Fasilitas jalan Kota (Jl. Kemakmuran – Jl. Sentosa) lanjutan dengan harga penawaran Rp 379.091.000, Ke dua, Penataan Fasilitas jalan Kota (Jl. Nusantara) lanjutan dengan harga penawaran Rp 389.706.000 dan ke tiga, Peningkatan Jl. Kukusan Raya (H. Usman) dengan harga penawaran Rp 466.000.000,-.

Ketua Gerakan Regenerasi Nasional (GRN), Ahmad Buhari, yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan ihwal ‘mangkraknya’ 3 proyek yang dimenangkan oleh CV Pitaloka tersebut.

Menurutnya, hingga batas waktu pelaksanaan pekerjaan berakhir (6 September 2011), pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Pitaloka belum juga diselesaikan. Hal ini tentu saja telah menghambat pembangunan yang sedang digalakkan di Kota Depok.

“Jika perusahaan bermodal cekak (maaf) bisa mendapatkan 3 pekerjaan proyek dengan cara ‘membanting harga’ yang jauh dari Pagu dan HPS, ya seperti ini jadinya. Semuanya mangkrak (terbengkalai)”, lanjut Ahmad Buhari mengeluhkan.

Meski para pengusaha bisa mengajukan penambahan waktu (addendum) untuk menyelesaikan pekerjaannya, namun Ahmad Buhari berharap agar Kepala Dinas BMSDA dan Kabid Bina Marga tidak dengan mudah memberikannya.

“Hal itu dimaksudkan untuk memberi efek jera kepada para pengusaha agar tidak mengulangi kesalahannya”, lanjut Buhari berharap.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga di Dinas BMSDA, Ronny Ghufron mengatakan bahwa saat ini Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) beserta tim yang ditugaskan, sedang melakukan evaluasinya.

“Usulan perpanjangan waktu dari pihak kontraktor memang sudah masuk (diajukan). Saat ini, usulan tersebut sedang dievaluasi. Mudah-mudahan, minggu depan sudah diketahui hasilnya”, ujar Ronny melalui pesan singkat yang baru saja dikirimnya, Kamis (15/9).

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah aktivis LSM masih terlihat memantau lokasi-lokasi proyek yang dikerjakan oleh CV Pitaloka. Pihak Perusahaan pun belum ada yang bisa dimintai komentar terkait mangkraknya pekerjaan yang ditanganinya tersebut. (ferry sn)

Sebelumnya Kursi Yani di Goyang, Menteri Dari PPP di Gugat Cerai
Selanjutnya Jambret Kusuma Bangsa di Hadiahi Timah Panas