Proyek Jembatan Longsor, Kadis PUPR Selisih Paham Dengan BPBD, Bupati Diminta Koperatif.

Proyek Jembatan Longsor, Kadis PUPR Selisih Paham Dengan BPBD, Bupati Diminta Koperatif.

Dilaporkan oleh : Hery Masduki.

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Peristiwa terjadinya longsor pada plengsengan proyek pembangunan jembatan Kironggo Bondowoso, membuat Kepala Dinas PUPR Karna Suswandi dengan Kepala BPBD, Kukuh Triatmoko berselisih pendapat. Sementara Kepala PUPR menganggap peristiwa tersebut merupakan akibat bencana alam.

Sedangkan kepala BPBD menganggap proyek tersebut gagal tehnis. Menanggapi perbedaaan pendapat tersebut Direktur LSM jack Centre Bondowoso Agus Sugiarto menyatakan, perbedaan pendapat tentang peristiwa longsor plengsengan pendukung jembatan Kironggo tersebut antara kepala BPBD dgn Kadis PUPR sangat tidak dewasa semasekali.

“Tapi yang jelas, kalau menurut kami yang di sampaikan oleh kepala BPBD itu memang ada dasarnya secara kajian teknik, maklumlah pak Kukuh itu kan orang teknik sipil, wajar berpendapat seperti itu,” Numun, Agus justru yang merasa prihatin atas pendapat yang dikemukkan oleh Kadis PUPR, yang menyatakan bahwa itu bencana alam. “Kami berfikir dari sudut pandang mana pak Karna itu berpendapat, maaf, ini berkaitan dengan pekerjaan teknik bukan ramalan cuaca, dan itu perlu di pahami,”ujarnya.

Untuk mensingkronkan selisih paham itu. Jack Centre mendesak Komisi II DPRD Bondowoso agar segera memanggil dan mengklarifikasi semua pihak yang terkait untuk menentukan kebenaran permasalahan tersebut. “DPRD harus turun tangan, sehingga permasalahan ini biar tidak melebar,”tegasnya.

Lebih jauh Agus mengungkapkan, yang patut dan harus di mengerti bahwa itu bukan bencana alam. Namun, gagal teknik pelaksaan. Sehingga keyakinan yang telah disampaikan tersebut, Agus Sugiarto bersama kawan-kawanya siap menganalisa secara ilmiah hukum teknik.

“Oleh karena itu kami akan terus mengikuti dan mengawal persoalan longsor tersebut sampai tuntas. Dan kami meminta kepada Bupati agar kooperatif mengawal persoalan tersebut agar tidak ada perseturuan pendapat antara pejabat,”imbuhnya.(her)

Sebelumnya Polres Malang Gelar Wisata Bedah Rumah dengan Expatriat Inggris.
Selanjutnya Garap Gadis di Bawah Umur, Wasilul Diganjar 5 Tahun Penjara.