Reformasi Birokrasi Hanya Isapan Jempol, Ruang Kantor Kosong Saat Jam Kerja di Dispendik Jatim.
Foto : Achmad Garad di depan gedung Dispendik Jatim (Dinas Pendidikan Jawa Timur)

Reformasi Birokrasi Hanya Isapan Jempol, Ruang Kantor Kosong Saat Jam Kerja di Dispendik Jatim.

Surabaya Suara Publik.com, Reformasi birokrasi yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowidodo sepertinya belum benar benar terealisasi sesuai harapan, khususnya pada waktu tertentu pada jam kerja dinas yang seharusnya masih harus duduk di ruangan dalam rangka pelayanan. Namun di Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur seolah tidak ada jam kerja yang mengatur.

Achmad selaku ketua LSM GARAD Indonesia yang sempat mengungkapkan kekecewaanya karena harus bolak balik untuk mendapatkan kepastian surat permohonan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur.

Bahkan diketahui sempat adu mulut dengan resepsionis dikarenakan pihak resepsionis mengatakan bahwa tidak adanya staf satupun saat itu yang dapat ditemui",mas nya besok aja datang lagi, karena semua lagi gak ada di tempat",ujar Achmad Garad menirukan ucapan si resepsionis.

Jawaban tersebut sontak membuat Achmad selaku ketua LSM GARAD ini geram "saya datang kesini(Dinas Pendidikan Jawa Timur) sudah 2(dua)kali ini, bahkan saya ini datang juga masih jam kerja loh, masak gak ada satu staf pun yang bisa ditemui? malah bilang kalau gak ada satu staf pun, malah seenaknya sendiri minta saya untuk datang lagi esok, saya tanya kepastian besok jam berapa juga gak tau, ini tah yang namanya pelayan publik?",ujar Achmad Garad yang juga sebagai Koordinator relawan kemenangan Jokowi Jawa Timur tampak geram.

"tempat saya ini jauh, datang kesini(Dinas Pendidikan JawaTimur) juga makan waktu dan tenaga dan materi,kayaknya di tempat ini gak paham bahwa ada Undang Undang No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik,benar benar mengecewakan Dinas ini",imbuh Achmad Garad yang masih tampak geram Nampaknya perlakuan tersebut akan berbuntut panjang, bahwa pihak LSM GARAD akan melakukan upaya upaya pelaporan terkait kinerja di Dinas Pendidikan Jawa Timur yang dianggap kurang profesional serta tidak mematuhi Undang Undang No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik"

Saya juga sempat menulis di kertas terkait tingkat kepuasan pelayanan yang telah disediakan di meja resepsionis,saya lihat disitu juga banyak yang menumpuk,itu juga sepertinya gak dibaca,atau mungkin hanya dibuat pelengkap saja",tutup Achmad Garad

Sebelumnya Masa Depan Tenaga Kerja Indonesia "Dari Sisi Yang Berbeda".
Selanjutnya Butuh Perhatian, Masih Banyak Rumah Tidak Layak Huni di "Kampung Ceria" Sumberrejo Banyuwangi.