Relawan Risma Saat Pilkada 2015 Lalu Mengeluh, Minta Bantuan Biaya Buat Anaknya Tidak Direspon.

Relawan Risma Saat Pilkada 2015 Lalu Mengeluh, Minta Bantuan Biaya Buat Anaknya Tidak Direspon.

Surabaya, suara-publik.com - Dalam sebuah kontestasi politik setiap kontestan selalu menghimpun kekuatan untu sumber pemenangan. Dalam penggalangan suara di pemilu,tidak lepas dari peran relawan yang berjibaku menggalang suara di masyarakat mulai dari akar rumput. Relawan pun tidak ingin jagoan nya kalah dalam Pilkada.

Setelah bersusah payah menghimpun kekuatan yang ada. Dan hasilnya, jagoannya melenggang menduduki kursi Walikota/Bupati. Sang Relawan eforia dalam merayakan kemenangan itu.

Namun setelah tahun berganti, tidak sedikit relawan yang mengeluh apabila calon yang diusung dan diupayakan menang menjadi pemimpin,nasib relawan terkesan diabaikan.

Hal ini bisa dikatakan bahwa peran relawan hanya sebatas itu, namun tidak ada yang salah apabila relawan pendukung memohon bantuan perekonomian kepada pemimpin yang diupayakan.

Dikarenakan nasib relawan tersebut perlu diperhatikan karena termasuk warga ber ekonomi lemah alias tidak mampu. Arofik warga Pogot Jaya,yang mengaku bahkan memiliki sertifikat penghargaan sebagai tim relawan Tri Risma Harini,sempat mengeluh kepada Walikota terpilih tersebut, terkait permohonan perekonomian dengan mengirimkan surat pada tanggal 9 Januari 2020,namun hingga kini belum mendapatkan jawaban dari pihak Walikota.

"Saya mengirimkan surat permohonan kepada beliau(Tri Risma Harini) dengan perihal bantuan perekonomian untuk anak anak saya yang sekarang menjadi piatu,dengan harapan ada bantuan dari beliaunya",ujar Arofik saat berada di Balai Kota Surabaya.

"Saya sudah empat kali ini datang,tapi belum mendapatkan jawaban sama sekali dari beliaunya",imbuh Arofik.

Sementara itu,saat ditanyakan bagian penerimaan surat,bahwa masih belum mendapatkan disposisi. "Suratnya masih dimejanya ibu,kami belum menerima disposisi lanjutan",ujar bagian umum penerima surat Pemkot yang tidak mau disebutkan namanya.

Sudah 8(delapan)bulan lebih belum mendapatkan jawaban,hal ini bisa menjadi cerminan buruk dan dapat juga mengurangi tingkat kepercayaan terhadap Walikota terbaik tersebut,apakah hal ini bisa terulang kembali di calon yang sekarang lagi ber kompetisi.(jo)

Sebelumnya Trauma Kecurangan Pemilihan Kasun, BPD Ambeng-Ambeng Surati Bupati.
Selanjutnya Mau Dikonfirmasi Terkait Proyek Misterius, Kades Ini Langsung Blokir Beberapa No Wa.