Sajak Kata Rindu. Bag Kedua

Sajak Kata Rindu. Bag Kedua

Penulis : Ernawati.

Memasuki dua tahun mengenal dan mencintai mu

To my favorite person.

Mungkin kita ditakdirkan hanya sekedar pernah tidak lebih

Terimakasih, sudah bersedia meninggalkan jejak di perjalanan 1 tahunku

Kamu tau? Aku fikir kemarin sudah bukan kamu lagi,aku fikir kemarin memang sudah selesai, aku kira hanya sampai di kemarin saja, Ternyata tidak. Ternyata yang kemarin itu masih berlanjut dan ternyata masih kamu yang menjadi tokoh terbaik di hati aku. Hmmh, aku akhirnya menyadari bahwa Sebanyak apapun rasa yang pernah aku jumpai tetap masih rasamu yang mendominasi.

Sejauh apapun perjalananku mencari pengganti mu, nyatanya tanpa sadar masih kamu yang menjadi tempat tujuan ku. Sebanyak apapun moment yang sudah aku lalui masih saja kenangan mu yang paling berarti. Ternyata benar, justru kenangan singkat yang mampu meninggalkan jejak paling melekat. Dan yaah, seperti kamu contohnya.

Paragraph ini aku tulis di awal tahun, memasuki tahun ke-dua aku mengenalmu. Dan mungkin tahun ke-dua aku mencintai mu. Selamat menjalani peran mu pada kisah di tahun ini. Aku tidak pernah melupakan segala ‘semoga’ yang baik untuk mu. Untuk proses mu, untuk pencapaianmu, untuk Bahagia dan sedihmu, untuk sukses dan belum berhasilnya kamu, untuk jatuh dan bangun mu. selalu ada semoga untuk mu dari ku.

Di tahun ini, semuanya masih sama. Terlebih tentangmu. Belum ada yang berhasil berubah atau aku rubah. Aku masih saja merindukan mu tapi kali ini beserta segala momentnya. Seringkali aku berfikir untuk sekedar menyapamu melalui pesan singkat di aplikasi handphone ku, seperti sekedar bertanya kabar atau berbincang santai membahas apa kesibukanmu akhir-akhir ini. tapi tak jarang rasa ragu dan sungkan menahanku untuk tidak melakukan itu.

Dan akhirnya aku hanya rindu sendirian.

Tak apa, mungkin aku kira aku sudah terbiasa tanpa kabarmu, mungkin aku sudah tidak terlalu se-menunggu seperti tahun lalu. Yah, tidak semudah itu. Tidak ada yang se-mudah perkiraanku. Karena pada dasarnya tentangmu masih selalu ada di setiap harap ku. Sudah ku katakan, sekuat apapun usahaku membiasakan diri tetap saja jika hati inginnya kamu semua sia-sia.

Kamu selalu hadir disetiap aktifitas ku, di setiap hal yang aku lakukan, di setiap lamunan tanpa sengajaku. Aku tau Sering kali, aku berharap tanpa siap menerima konsekuensi yang paling buruk. Sama halnya ketika aku berharap sama kamu.

 Ini benar-benar menjadi pengharapan yang menimbulkan patah hati terhebat ku. Kamu, satu-satunya manusia yang pertama kali merampas keutuhan hati aku. Benar-benar berupa keping yang tak terlihat. Bahkan lebih Nampak seperti serbuk. Hebat sekali! Kamu meruntuhkan pelangi yang telah aku lukis sejak aku mengenalmu.

Kamu mematahkan kepercayaanku akan, “Janji akan selalu Terpatri” Hebat Sekali ! seakan-akan kamu yang menggenggam kebahagiaanku. Seakan kamu adalah satu-satunya yang menutrisi hati ku. Seakan-akan kalaupun aku ga makan hati aku akan tetap merah sehat, Hebat Sekali !

Seperti kamu adalah nahkoda dari syaraf kebahagian dan kehidupan ku. Dan,, ketika kamu pergi. Aku kembali kehilangan. A r a h Meski begitu dengan bodohnya aku masih saja mengharap kan mu. Dan terus menunggu mu.

Bersambung..

Sebelumnya KARENA NGANTUK, NYETIR SAMBIL TIDUR, WIJATMOKO TABRAK BECAK MOTOR, 1 ORANG MENINGGAL DUNIA, 2 ORANG LUKA - LUKA
Selanjutnya BELI SEPEDA MOTOR CURIAN TANPA SURAT- SURAT Rp. 4 JUTA, ROFI IH TUKANG TADAH DIBUI 4 BULAN