Salah Tulis, Panwaskab Bondowoso Minta Maaf Pada Kyai Salwa Arifin.
Foto: Panwaskab Bondowoso saat berada di kediaman Kyai Salwa Arifin.

Salah Tulis, Panwaskab Bondowoso Minta Maaf Pada Kyai Salwa Arifin.

Dilaporkan oleh : Mahfud Susyanto

BONDOWOSO, (suara-publik.com) - Ketua Panwas Kabupaten Bondowoso, Fricas Abdillah bersama kedua komisioner Panwaskab yakni Zainul Hasan dan M. Rudi mendatangi kediaman calon bupati Bondowoso, Salwa Arifin, Senin (2/4/2018). 

Kedatangan rombongan Panwaskab tersebut, setelah menerima laporan dari Pasangan Calon (Paslon) Dhafir-Dayat (Dhada), yang menganggab Paslon Sabar diduga melanggar undang-undang nomor 10 tentang Pilkada, pada pasal 69 (b) yang menyebutkan, dalam kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon gubernur dan wakil gubernur, calon bupati dan wakil bupati, calon walikota dan wakil walikota, dan/atau partai politik.

Selanjutnya, Panwaskab melayangkan surat panggilan kepada Salwa Arifin atas dugaan pidana pilkada yang dilakukan saat berkampanye. Namun, dalam surat tersebut, ada tiga hal kesalahan penulisan yang dilakukan Panwas, diantaranya, penulisan nama Salwa menambahkan huruf 'Y' karena penulisan yang benar adalah Salwa, bukan Syalwa. Kedua, penulisan nama desa tertulis setan bukan wetan, padahal yang benar adalah Desa Tangsil Wetan bukan Tangsil Setan. Dan yang ketiga, alamat Salwa Arifin tertulis Desa Kembang, Tlogosari. Padahal Salwa bertempat tinggal di Tangsil Wetan Kecamatan Wonosari. 

Sedangkan katakata Salwa Arifin saat berkampanye, hanya menceritakan kisah Rasulullah SAW saat perjalanan Isro' dan Mi'raj dalam acara kampanye di Desa Kembang Kecamatan Tlogosari pada Jumat, 23 Maret lalu.

Dalam cerita tersebut, Malaikat Jibril menyuguhkan susu dan khamer kepada Rosulullah, kemudian Rasulullah memilih tawaran nomor satu yaitu susu. Jika memilih nomor dua yaitu khamer, maka bisa teler. 

Diketahui bersama bahwa Salwa Arifin - Irwan Bachtiar (Sabar) adalah paslon nomor urut satu. Sedangkan Dhafir - Dayat (Dhada) adalah paslon nomor urut dua.

Didapat informasi, 3 orang komisioner Panwaskab akan menemui Kiyai Salwa Arifin tepat pada pukul 9.00 WIB. Namun, molor satu jam hingga jam 10.00 WIB. Dan ke tiga pengawas pemilu tersebut langsung menuju ke kediaman Kiyai Salwa Arifin, untuk menyampaikan permintaan maaf yang tidak hanya secara lisan namun juga tertulis yang ditujukan kepada tim paslon Sabar. 

Sementara disana telah menunggu Ketua Tim Paslon Sabar, yakni KH Muhammad Hasan Abdul Muiz, Calon Wakil Bupati Irwan Bachtiar, dan Ketua DPC PPP Bondowoso, H.Buchori Mun’im.

“Jadi, kedatangan kami untuk meminta maaf atas kesalahan penulisan pada surat panggilan yang kami layangkan kepada Kiyai Salwa Arifin," kata Fricas Abdillah saat berada di kediaman Salwa Arifin.

Sementara itu, kuasa hukum tim paslon Sabar, Husnus Sidqi mengatakan, permintaan maaf Panwas sudah sesuai dengan janjinya. Panwas mengakui bahwa kesalahan penulisan dalam surat panggilan tersebut merupakan kelalaian panwas.

"Permintaan maafnya hari ini, sekaligus dengan permintaan maaf secara tertulis, namun tanggal yang tertera dalam surat ini tertanggal 30 Maret," katanya.

Husnus Sidqi berharap, ke depannya tidak terjadi lagi kesalahan penulisan yang rentan menimbulkan gesekan antar pendukung, sehingga Pilkada yang aman dan damai bisa terwujud.(*)

Sebelumnya Pemkot Blitar Lakukan Upacara di HUT Kota Blitar ke 122.
Selanjutnya Timses Sabar Resmi Laporkan DPS Yang Diduga Palsu Ke KPU.